Optimisme konsumen bertahan, ekspektasi enam bulan mulai turun
Selasa, 12 Mei 2026

JAKARTA – Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap bertahan pada April 2026, di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan pasar keuangan, menurut Survei Konsumen Bank Indonesia (BI).
Dalam survei tersebut, BI melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 berada di level 123, sedikit naik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 122,9 dan tetap berada di zona optimistis atau di atas level 100.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kenaikan IKK ditopang oleh persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini yang semakin membaik.
“Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 116,5, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 115,4,” jelas Ramdan, dalam keterangan yang disampaikan Senin (11/5).
Peningkatan ditopang oleh persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama.
Namun di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turun menjadi 129,6 pada April setelah mencapai 130,4 pada bulan sebelumnya. Penurunan indikator pengukur ekspektasi konsumen atas kondisi ekonomi enam bulan ke depan ini, paling besar terjadi di Bandung, Mataram, dan Banjarmasin.
Survei BI juga menunjukkan rumah tangga mulai cenderung defensif dalam mengelola keuangan. Proporsi pendapatan yang disimpan meningkat menjadi 18,2% dari sebelumnya 17,6%, sementara rasio pembayaran cicilan turun menjadi 9,7% dari 10,2%.
Sementara itu rasio konsumsi terhadap pendapatan relatif stabil di level 72,1% pada April.
Berdasarkan kelompok usia, optimisme tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun dengan IKK sebesar 130,4. Peningkatan keyakinan konsumen terbesar terjadi di Pontianak, Bandar Lampung, dan Surabaya. (KR)