Kapal Hondius ke Belanda usai evakuasi penumpang kena wabah hantavirus
Selasa, 12 Mei 2026

JAKARTA - Kapal pesiar mewah MV Hondius yang dilanda wabah hantavirus akhirnya meninggalkan Tenerife, Spanyol, menuju Belanda pada Senin waktu setempat setelah seluruh penumpang terakhir dievakuasi dari kapal tersebut.
Enam penumpang terakhir bersama sejumlah awak kapal turun di pelabuhan Granadilla de Abona sebelum diterbangkan ke Belanda menggunakan dua pesawat khusus. Mereka terdiri dari empat warga Australia, satu warga Inggris yang tinggal di Australia, serta satu warga Selandia Baru. Sebanyak 19 kru kapal dan dua dokter juga ikut dievakuasi.
Setelah proses evakuasi selesai, kapal ekspedisi kutub itu melanjutkan pelayaran menuju Belanda dengan membawa 25 kru, seorang dokter, dan seorang perawat untuk menjalani karantina lanjutan.
“Misi berhasil; kami baru saja menyelesaikan operasi dan kapal baru saja berlayar,” kata Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia, seperti dikutip Reuters.
Operasi evakuasi besar-besaran itu menutup krisis kesehatan selama lebih dari satu bulan di atas kapal. Sejauh ini, 94 orang telah dipulangkan ke negara masing-masing sejak wabah pertama kali terdeteksi sembilan hari lalu, atau 41 hari setelah MV Hondius berangkat dari Argentina selatan.
Wabah hantavirus di kapal tersebut menewaskan tiga orang, yakni pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. Virus Andes, jenis hantavirus yang ditemukan dalam kasus ini, umumnya menyebar melalui hewan pengerat liar, namun dalam kasus langka juga dapat menular antar manusia lewat kontak dekat.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan keputusan mengevakuasi penumpang di Tenerife diambil demi menjaga kesehatan mental para penumpang yang sudah terlalu lama terisolasi di kapal.
“Bahkan ada beberapa penumpang yang mengalami gangguan mental. Sangat sulit untuk tinggal selama berminggu-minggu di dalam kontainer kecil. Ini adalah pilihan terbaik dan satu-satunya yang kami miliki,” kata Tedros.
Kapten kapal, Jan Dobrogowski memuji kedisiplinan penumpang dan kru selama krisis berlangsung.
“Saya tidak bisa membayangkan melewati situasi ini dengan kelompok orang yang lebih baik, baik tamu maupun kru,” ujar Dobrogowski dalam video yang diunggah operator kapal Oceanwide Expeditions.
WHO mencatat terdapat tujuh kasus positif hantavirus Andes dan dua kasus suspek tambahan. Salah satu kasus terbaru berasal dari penumpang asal Prancis yang dinyatakan positif setelah kapal bersandar di Kepulauan Canary. Kondisinya dilaporkan memburuk.
Spanyol juga mengonfirmasi satu warga negara mereka yang menjalani karantina di rumah sakit militer Madrid menunjukkan hasil positif awal, meski belum bergejala. Sementara itu, satu warga Amerika Serikat yang dipulangkan dari kapal juga tercatat positif ringan terhadap virus tersebut.
Meski demikian, otoritas kesehatan global menegaskan risiko penyebaran ke masyarakat umum masih rendah karena virus tidak mudah menular antar manusia.
“Masyarakat juga harus tenang karena situasinya terkendali,” kata Gianfranco Spiteri dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa. “Kita mengenal virus ini. Kita dapat mencegah penularan lebih lanjut. Kita tidak mengharapkan pandemi baru dari ini,” ujarnya.
MV Hondius membawa 147 penumpang dan awak dari 23 negara saat klaster penyakit pernapasan berat pertama kali dilaporkan ke WHO pada 2 Mei. Saat itu, puluhan penumpang lain telah lebih dulu turun di sejumlah pulau Atlantik sebelum wabah diketahui otoritas kesehatan internasional.(DH)