Asing tampung saham TLKM hingga BBCA saat IHSG turun 1,43%

Selasa, 12 Mei 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,43% atau 98,49 poin ke 6.807,13 pada perdagangan sesi pertama Selasa (12/5).

Posisi itu menjadi level intraday terendah baru bagi IHSG hampir setahun, atau sejak 24 Juni 2025.

Total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp7,51 triliun, melibatkan perdagangan 18,89 miliar lembar saham.

Sepuluh dari sebelas indeks sektoral melemah, dengan pelemahan paling dalam pada sektor infrastruktur yang mencapai 3,44%. Sementara indeks sektor transportasi tetap menguat 2,73%.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG saat ini tengah menguji area support kritis di 6.750-6.800. Selama indeks mampu bertahan dalam 1-2 hari ke depan di atas level tersebut, potensi rebound kembali ke 7.000 tetap terbuka.

“Sebaliknya, jika close di bawah 6.750, menjadi konfirmasi strong bearish dan potensi uji target second drop 6.400,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor. (KR)

Dalam menghadapi pelemahan IHSG, investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp653,44 miliar di seluruh pasar.

Berikut rincian Top 5 Net Foreign Sell dan Net Foreign Buy sesi pertama Selasa (12/5):

Top 5 Net Foreign Sell

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp105,69 miliar
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Rp100,61 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp79,54 miliar
  • PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) – Rp40,26 miliar
  • PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) – Rp37,61 miliar

Top 5 Net Foreign Buy

  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) – Rp25,17 miliar
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Rp22,26 miliar
  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp19,43 miliar
  • PT Timah Tbk (TINS) – Rp12,95 miliar
  • PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) – Rp9,09 miliar

(KR)