Vietnam desak AS izinkan tanker minyak lewati blokade Hormuz

Rabu, 13 Mei 2026

image

NEW YORK - Perusahaan minyak negara Vietnam meminta AS mengizinkan sebuah supertanker melewati blokade angkatan laut di sekitar Teluk Persia karena muatan minyak tersebut dinilai sangat penting bagi perekonomian negara.

Kapal tanker raksasa Agios Fanourios I yang dikelola perusahaan pelayaran asal Athena, Eastern Mediterranean Maritime, diketahui berbalik arah di tengah laut pada Senin tepat setelah melewati Selat Hormuz dan mendekati area blokade AS.

Berdasarkan data pelacakan kapal dan dokumen yang dilihat Bloomberg, kapal tersebut membawa sekitar 1,99 juta barel minyak mentah Basrah Medium asal Irak.

Lengan perdagangan perusahaan energi negara Vietnam, PetroVietnam Oil Corp., mengonfirmasi kepada Komando Pusat Angkatan Laut AS bahwa mereka adalah pemilik muatan tersebut dan minyak dimuat di Irak.

Kapal itu masih mencantumkan tujuan akhir menuju Nghi Son, lokasi salah satu kilang utama Vietnam, mengutip dari Bloomberg.

Dalam surat yang dilihat Bloomberg, PetroVietnam menyebut muatan tersebut sangat vital bagi Kilang Nghi Son, pemerintah Vietnam, dan masyarakat negara itu.

Perusahaan memperingatkan penundaan lebih lanjut dapat menghentikan operasi kilang dan memicu dampak berantai terhadap jutaan konsumen, bisnis, layanan publik, hingga sektor industri di Vietnam.

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana blokade AS semakin mempersulit pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah di tengah perang yang berlangsung. 

CEO Saudi Aramco bahkan menyebut sekitar 100 juta barel pasokan minyak per pekan hilang akibat gangguan tersebut.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kapal dialihkan agar tidak melanggar blokade, namun tidak memberikan rincian tambahan.

Kilang Nghi Son sendiri merupakan satu dari hanya dua kilang aktif di Vietnam dan memasok porsi besar kebutuhan bensin, diesel, bahan bakar jet, LPG, dan bahan baku petrokimia negara tersebut. 

Kilang itu memiliki kapasitas pengolahan sekitar 200 ribu barel per hari.

Iran diketahui hampir sepenuhnya menutup pelayaran komersial sejak perang dimulai pada 28 Februari, sementara pembatasan AS mulai diberlakukan pada 13 April.

Meski blokade AS ditujukan terhadap pengiriman Iran, belum jelas mengapa kapal yang membawa minyak Irak itu tetap tidak diizinkan melanjutkan perjalanan.

Di sisi lain, Iran juga disebut membatasi kapal-kapal dari negara yang dianggap bermusuhan untuk keluar dari Hormuz dan memaksa kapal yang melintas mengikuti jalur dekat pantainya.

Baik PetroVietnam Oil maupun Eastern Mediterranean Maritime belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut. (DK)