Goldman Sachs: Perbankan mulai masuk era otomatisasi AI
Rabu, 13 Mei 2026

WASHINGTON - Presiden sekaligus COO Goldman Sachs, John Waldron, mengatakan penggunaan kecerdasan buatan atau AI membantu bank meningkatkan skala bisnis tanpa perlu banyak menambah pegawai baru.
Dalam wawancara dengan CNBC, Waldron menggambarkan Goldman Sachs sebagai “lini perakitan manusia” yang kini mulai bergerak menuju otomatisasi seperti sektor manufaktur.
“Jika manufaktur kini jauh lebih robotik dan otomatis, perbankan belum sampai pada tahap itu,” ujarnya, mengutip dari Bloomberg.
Menurut Waldron, berbagai pekerjaan back-office di Goldman Sachs dan Wall Street kini semakin banyak ditangani mesin.
Pemanfaatan AI dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis, meski juga memunculkan kekhawatiran soal potensi pemutusan hubungan kerja.
Ia menyebut “lini perakitan manusia” di Goldman nantinya akan menjadi lebih digital dengan agen-agen AI berperan layaknya robot di industri manufaktur.
Meski demikian, Waldron mengaku belum bisa memastikan bagaimana AI akan memengaruhi jumlah total karyawan perusahaan.
Namun ia meyakini Goldman akan menjadi lebih tangguh dan mudah diperbesar skalanya.
Waldron, yang disebut-sebut sebagai kandidat terkuat pengganti CEO David Solomon, sebelumnya meluncurkan strategi efisiensi berbasis AI bernama “OneGS 3.0”.
Program tersebut menargetkan penghematan biaya melalui otomatisasi di sejumlah bidang seperti proses onboarding nasabah, pinjaman, pelaporan regulasi hingga pengelolaan vendor.
Ia juga mengatakan masih belum jelas apakah struktur organisasi bank di masa depan akan tetap berbentuk piramida tradisional atau berubah menjadi model lain akibat perkembangan AI.
Menurut Waldron, gelombang PHK yang saat ini terjadi di banyak perusahaan belum sepenuhnya dipicu AI generatif, melainkan penyesuaian setelah perekrutan besar-besaran saat pandemi Covid-19.
Namun, ia memperkirakan dampak nyata AI generatif terhadap struktur organisasi perusahaan akan mulai terasa lebih luas pada 2027 hingga 2028. (DK)