Imbas rebalancing MSCI ke IHSG, potensi outflow Rp31 triliun

Rabu, 13 Mei 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu (13/5), setelah pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 18 saham asal Indonesia.

Analis Phintraco Sekuritas menilai hasil rebalancing MSCI yang disampaikan pada Selasa (12/5) malam, cenderung di bawah ekspektasi pasar. “Karena jumlah saham Indonesia yang dikeluarkan lebih banyak dari perkiraan awal,” tulis analis Phintraco dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, enam saham Indonesia keluar dari MSCI Global Standard Index, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

MSCI juga mengumumkan penambahan satu saham Indonesia ke dalam Global Small Cap Indexes, serta penghapusan tiga belas saham termasuk PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN).

“Perubahan tersebut berpotensi memicu passive outflow dan meningkatkan volatilitas jangka pendek, terutama pada saham-saham yang dikeluarkan seiring penyesuaian portofolio investor institusi global berbasis MSCI,” ungkap analis Phintraco.

Dengan bobot Indonesia yang berada di kisaran 0,72% saat ini, analis Phintraco memperkirakan potensi arus dana yang keluar dari pasar saham Indonesia ditaksir mencapai Rp28-31 triliun.

Secara keseluruhan, analis Phintraco menilai hasil rebalancing MSCI kali ini berpotensi jadi sentimen negatif bagi IHSG, karena banyak saham Indonesia yang keluar dari indeks acuan utama investor institusi asing.

“Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.700,” kata analis Phintraco, dengan menekankan potensi koreksi lanjutan akibat periode perdagangan yang lebih pendek pekan ini menjelang long weekend.

Pada perdagangan Selasa (12/5) kemarin, IHSG turun 0,68% ke level 6.858,90 setelah sempat menyentuh level terendah di 6.762,88. Menghadapi pelemahan ini, investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp931,89 miliar. (KR)