Permintaan LNG terganggu, Asia alihkan energi ke batu Bara
Rabu, 13 Mei 2026

JAKARTA - Importir LNG terbesar Asia seperti Jepang dan Korea Selatan meningkatkan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara pada April hingga awal Mei, seiring terganggunya pasokan gas alam cair (LNG) akibat perang Iran serta lonjakan harga di pasar global.
Data menunjukkan produksi listrik berbasis gas di Jepang turun ke level terendah dalam dua tahun, sementara Korea Selatan mencapai titik terendah dalam enam bulan.
Sebaliknya, penggunaan batu bara meningkat tajam, masing-masing naik 11,1% di Jepang dan 39,7% di Korea Selatan secara tahunan pada April, mengutip dari Reuters.
Perubahan ini terjadi setelah konflik Iran mengganggu pasokan LNG global, termasuk penurunan kapasitas ekspor di Qatar, salah satu pemasok utama dunia.
Kondisi tersebut mendorong harga LNG Asia melonjak sekitar 62% sejak perang dimulai.
Analis menyebut, kenaikan harga dan kekhawatiran pasokan membuat utilitas listrik di Asia kembali mengandalkan batu bara, terutama untuk menutup kebutuhan saat pemeliharaan pembangkit nuklir menjelang musim panas.
Selain Jepang dan Korea Selatan, negara lain seperti Vietnam juga meningkatkan penggunaan batu bara di tengah gelombang panas, yang turut mendorong rekor konsumsi listrik berbasis batu bara di kawasan.
Secara keseluruhan, krisis pasokan LNG akibat konflik geopolitik mengubah pola energi di Asia, dengan batu bara kembali menjadi pilihan utama karena faktor keamanan pasokan dibanding harga. (DK)