Rupiah tembus Rp17.528/US$, Purbaya turun tangan bantu BI
Rabu, 13 Mei 2026

JAKARTA – Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia, menyampaikan rencana pemerintah dalam upaya stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang telah turun 5,09% sejak awal 2026.
“Kita coba membantu nilai tukar, kita membantu Bank Indonesia sedikit-sedikit kalau bisa,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan pada Selasa (12/5) kemarin.
Adapun langkah yang akan ditempuh pemerintah dalam stabilisasi nilai tukar rupiah, kata Purbaya, yaitu melalui pasar obligasi.
“Kita bisa akan mulai membantu besok mungkin dengan masuk ke bond market ... itu ada Bond Stabilization Fund kan,” imbuh Purbaya, merujuk pada rencana penggunaan dana stabilisasi obligasi.
Menteri keuangan pengganti Sri Mulyani Indrawati ini, mengaku pemerintah masih memiliki cukup dana yang belum diaktifkan.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya mengakui rupiah memang telah berada di atas asumsi APBN 2026, yang disepakati pada kisaran Rp16.500-16.900 per dolar AS. Namun menegaskan posisi APBN masih cukup aman.
“Masih relatif aman, tapi kita akan kendalikan,” ungkap Purbaya.
Pada perdagangan Selasa (13/5) kemarin, rupiah melemah 0,66% dan bertahan di Rp17.528,5 per dolar AS. Pelemahan ini menambah tingkat penurunan rupiah sejak awal tahun menjadi lebih dari 5%.
Dengan bantuan stabilisasi nilai tukar rupiah di pasar obligasi, Purbaya menilai kekhawatiran investor asing akan berkurang karena yield tidak naik terlalu tinggi.
“Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar,” tandas Purbaya. (KR)