Iran buka opsi pengayaan uranium 90% jika diserang lagi
Rabu, 13 Mei 2026

TEHERAN - Juru bicara parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, mengatakan pada Selasa bahwa negara itu bisa meningkatkan pengayaan uranium hingga tingkat kemurnian 90%, level yang dianggap setara bahan untuk senjata nuklir, jika Iran kembali diserang.
Dalam unggahannya di platform X, Rezaei yang juga juru bicara komisi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri parlemen menyebut opsi pengayaan 90% akan dipertimbangkan sebagai respons jika terjadi serangan lanjutan.
“Ini salah satu opsi Iran jika terjadi serangan lagi, yaitu pengayaan 90 persen. Kami akan membahasnya di parlemen,” tulisnya, mengutip dari Reuters.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang masih tinggi antara Iran dan Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan gencatan senjata yang sedang berlangsung berada dalam kondisi “life support”, setelah menolak proposal Iran, yang menunjukkan rapuhnya upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik.
Sebelumnya, Trump juga mengklaim fasilitas nuklir Iran “dihancurkan” dalam serangan AS dan Israel selama perang 12 hari pada Juni lalu, yang disebutnya telah membatasi kemampuan pengayaan uranium Iran secara signifikan.
Namun, sekitar 400 kg uranium yang telah diperkaya hingga 60%, tinggal selangkah teknis menuju level 90%, dilaporkan masih belum jelas keberadaannya.
Intelijen AS menilai program nuklir Iran tidak akan benar-benar lumpuh kecuali stok uranium dengan tingkat pengayaan tinggi itu dipindahkan atau dihancurkan.
Isu nuklir tetap menjadi titik utama perselisihan dalam negosiasi antara kedua pihak, dengan Iran ingin pembahasan nuklir ditunda ke tahap berikutnya, sementara AS menuntut Teheran memindahkan stok uranium dan menghentikan pengayaan domestik. (DK)