AS-Jepang sepakat volatilitas FX berlebihan tidak diinginkan
Rabu, 13 Mei 2026

NEW YORK - Amerika Serikat dan Jepang sepakat bahwa volatilitas berlebihan di pasar valuta asing tidak diinginkan, kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Selasa.
Pernyataan ini dipandang sebagai sinyal dukungan terhadap langkah intervensi Jepang untuk menopang yen yang melemah, mengutip dari Reuters.
Usai bertemu Perdana Menteri Sanae Takaichi, Bessent juga menyampaikan keyakinannya bahwa Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda akan mampu mengarahkan kebijakan moneter dengan baik agar tidak tertinggal dalam mengatasi tekanan inflasi yang tinggi.
“Kami sama-sama percaya bahwa volatilitas berlebihan tidak diinginkan, dan kami terus berkomunikasi erat dengan Kementerian Keuangan Jepang serta akan melanjutkan koordinasi,” ujar Bessent kepada wartawan ketika ditanya soal intervensi mata uang Jepang.
Ia menambahkan bahwa fundamental ekonomi Jepang dinilai kuat dan tangguh, sehingga pada akhirnya akan tercermin pada nilai tukar.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Washington secara umum tidak keberatan dengan intervensi Jepang baru-baru ini di pasar valuta asing untuk menahan pelemahan yen yang meningkatkan biaya impor dan menekan ekonomi domestik.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama juga menyampaikan bahwa ia dan Bessent telah menegaskan kembali pentingnya koordinasi erat dalam menghadapi pergerakan nilai tukar, termasuk terkait intervensi pasar.
Dalam unggahan di platform X usai pertemuan dengan Katayama, Bessent menyebut komunikasi antara kedua negara dalam menangani “volatilitas berlebihan” di pasar valuta asing tetap kuat dan berkelanjutan. Namun, pernyataan itu dinilai belum sekuat ekspektasi pasar yang mengharapkan peringatan lebih tegas terhadap pelemahan yen, sehingga dolar sempat menguat hingga sekitar 157,72 yen sebelum yen kembali menguat tajam.
Di sisi lain, sejumlah analis sebelumnya berspekulasi bahwa Bessent akan menekan Bank of Japan untuk mempercepat kenaikan suku bunga guna menopang yen.
Namun ia justru menyampaikan keyakinannya terhadap Gubernur Ueda dalam mengelola kebijakan moneter.
Bessent juga melakukan pertemuan dengan pejabat ekonomi Jepang lainnya dan membahas penguatan kerja sama di sektor energi serta mineral kritis dalam kunjungan kerjanya di Jepang. (DK)