Turki luncurkan rudal Yıldırımhan, klaim bisa sampai Amerika
Rabu, 13 Mei 2026

ANKARA - Turki memperkenalkan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru bernama “Yıldırımhan” di ajang SAHA 2026 yang langsung menarik perhatian, namun juga memicu kontroversi karena video promosi berbasis AI yang dinilai berlebihan.
Dalam laporan Financial Times, video tersebut bahkan sempat menampilkan skenario rudal menyerang wilayah sekutu Turki, yakni Amerika Serikat.
Rudal ini diperkenalkan oleh pusat riset Kementerian Pertahanan Turki dengan klaim kemampuan menjangkau hingga 6.000 kilometer, membawa hulu ledak 3.000 kg, serta melaju hingga 25 kali kecepatan suara.
Jika benar, kemampuan ini akan menempatkan Turkey dalam kelompok kecil negara dengan teknologi rudal jarak jauh, mengutip dari NDTV WORLD.
Namun, muncul keraguan dari para analis pertahanan karena jangkauan tersebut tidak konsisten dengan visual yang ditampilkan, apalagi belum ada bukti prototipe operasional yang diuji di lapangan.
Setelah kontroversi muncul, otoritas Turki menegaskan bahwa rudal tersebut masih dalam tahap pengembangan dan pengujian, meski uji laboratorium untuk kapasitas hulu ledak telah selesai.
Menteri Pertahanan Yasar Guler menegaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk efek deteren, meski tidak menutup kemungkinan penggunaannya jika diperlukan.
Di sisi lain, para pakar menyebut klaim kemampuan rudal ini masih terlalu ambisius dan belum didukung bukti teknis yang kuat.
Saat ini, rudal jarak jauh terkuat Turki adalah Tayfun dengan jangkauan sekitar 600 km, jauh di bawah klaim 6.000 km dari Yıldırımhan. Perkembangan ini terjadi di tengah upaya Turki memperkuat industri pertahanannya dan posisinya di dalam aliansi NATO. (DK)