Imbal hasil treasury AS naik usai inflasi lebih tinggi dari ekspektasi
Rabu, 13 Mei 2026

NEW YORK - Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat naik pada Selasa setelah rilis data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, yang menunjukkan harga konsumen mencapai level tertinggi dalam hampir tiga tahun.
Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun, acuan utama untuk kredit perumahan, pinjaman mobil, dan kartu kredit,naik lebih dari 4 basis poin menjadi 4,459%, mengutip dari CNBC.
Sementara itu, imbal hasil obligasi 2 tahun yang sensitif terhadap kebijakan suku bunga jangka pendek Federal Reserve juga meningkat lebih dari 4 basis poin ke 3,989%.
Imbal hasil obligasi 30 tahun turut naik lebih dari 3 basis poin menjadi 5,023%.
Data menunjukkan inflasi non-musiman naik 3,8% secara tahunan pada April, tertinggi sejak Mei 2023 dan lebih tinggi dari ekspektasi ekonom sebesar 3,7%.
Inflasi inti (core inflation) juga naik ke 2,8%, di atas perkiraan 2,7%.
Kondisi ini menandakan inflasi masih jauh di atas target 2% bank sentral AS, di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh dampak lanjutan konflik Iran.
Pasar kini juga menyoroti dinamika kebijakan Federal Reserve, yang diperkirakan semakin terpecah dalam pengambilan keputusan suku bunga.
Sejumlah analis menilai data inflasi terbaru mengurangi peluang pemangkasan suku bunga tahun ini, bahkan meningkatkan ekspektasi kemungkinan kenaikan suku bunga kecil sebelum akhir tahun. (DK)