IHSG sesi I turun 1,81% imbas review MSCI, OJK: Koreksi wajar
Rabu, 13 Mei 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,81% atau 123,36 poin ke 6.734,54 pada perdagangan sesi pertama Rabu (13/5).
Nilai total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp10,28 triliun, melibatkan perdagangan 26,13 miliar lembar saham.
Pelemahan indeks terjadi sejak sesi pertama, setelah pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis hasil rebalancing Mei 2026.
Dalam pengumuman itu, MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari Global Standard Indexes dan 13 saham dari Global Small Cap Indexes.
Analis menyampaikan keluarnya belasan saham-saham Indonesia dari indeks acuan investor institusi global ini, berpotensi menekan IHSG dan memicu outflow atau arus keluar modal asing dari bursa.
Data BEI mencatat outlfow pada perdagangan sesi pertama telah mencapai 1,41 miliar lembar. Sedangkan Stockbit Sekuritas Digital mencatat nilai outflow yang terjadi pada sesi pertama setara Rp1,08 triliun.
Sebagian besar saham dengan outflow terbesar, merupakan saham-saham yang telah masuk dalam indeks MSCI.
Berikut rincian data Top 5 Net Foreign Sell dan Net Foreign Buy pada sesi pertama:
Top 5 Net Foreign Sell
Top 5 Net Foreign Buy
Menganggapi penurunan IHSG di sesi pertama, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi, mengatakan reaksi pasar terhadap pengumuman MSCI terbilang wajar.
Pasalnya, kata Hasan, tidak ada saham yang menyentuh harga terbawah atau Auto Rejection Bawah (ARB) setelah keluar dari indeks MSCI. Selain itu, volume dan nilai transaksi saham disebut cenderung stabil dari hari sebelumnya.
“Jadi masih dalam batasan koreksi yang rentang yang wajar,” jelas Hasan, dalam konferensi pers di BEI hari ini.
Lebih dari itu, Hasan menilai tidak ada tanda-tanda panic selling yang terjadi di pasar saham, karena diimbangi dengan minat beli yang cukup kuat. (KR)