Emiten Hapsoro RAJA siap stock split 1:5 meski harga turun 30% di 2026
Rabu, 13 Mei 2026

JAKARTA – PT Rukun Rahaja Tbk (RAJA), emiten holding minyak dan gas terafiliasi dengan pebisnis Hapsoro, menyiapkan rencana pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:5 pada Juli 2026 mendatang.
Melalui aksi korporasi ini, nilai nominal saham akan berkurang dari Rp25 per lembar menjadi Rp5 per lembar. Namun, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor akan meningkat, dari 4,23 miliar lembar menjadi 21,14 miliar lembar.
Manajemen RAJA menyebutkan bahwa salah satu pertimbangan stock split ini adalah harga saham Perseroan yang kini “berada pada level yang relatif tinggi.”
Pada akhir perdagangan Selasa (12/5), harga saham RAJA ditutup di level Rp4.170 per lembar. Menurut manajemen, hal ini membuat nilai investasi minimum menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor.
Dengan harga yang lebih murah, manajemen Perseroan berharap aksi ini dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham RAJA, memperluas basis pemegang saham, serta mendorong aktivitas perdagangan yang lebih wajar.
“Dalam jangka panjang, peningkatan likuiditas dan basis investor diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap persepsi pasar serta mendukung peningkatan nilai Perseroan bagi seluruh pemegang saham,” imbuh manajemen.
Namun, RAJA masih harus meminta persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 23 Juni 2026 mendatang. Setelah disetujui, jadwal stock split diproyeksikan jatuh pada 15-16 Juli 2026.
Berdasarkan pantauan IDNFinancials, seiring pengumuman stock split ini, harga saham RAJA hari ini (13/5) melonjak 6,71% hingga pukul 13.30 ke level Rp4.460 per lembar.
Namun, sepanjang tahun 2026, harga saham telah merosot 29,37%, bahkan ambruk 44,81% dari titik tertingginya sepanjang masa di level Rp8.100 pada 9 Januari 2026 lalu. (ZH)