BI gandeng bank sentral Malaysia saat ringgit unggul di atas rupiah
Rabu, 13 Mei 2026

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menandatangani nota kesepahaman (NK) dengan Bank Negara Malaysia (BNM) pada Senin (11/5).
Dalam keterangan yang disampaikan, BI menyebut langkah ini bertujuan memperdalam kerangka kerja sama bilateral antara kedua bank sentral.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kerja sama mencakup berbagai bidang. Mulai dari kebijakan moneter, stabilitas keuangan dan makroprudensial, sistem pembayaran dan digitalisasi, hingga pengembangan sektor keuangan.
Gubernur BNM, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour, menyatakan kerja sama ini menegaskan kembali kemitraan jangka panjang antara BNM dan BI.
“Hal ini juga merupakan komitmen bersama kami untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang perbankan sentral yang telah ada, sekaligus kerja sama ke bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama,” jelas Ghaffour.
Sementara Gubernur BI, Perry Warjiyo, menambahkan bahwa kerja sama ini adalah tonggak penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang antara BI dan BNM.
“Ini merupakan bukti semangat yang berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua bank sentral, terutama di tengah lanskap geopolitik yang menantang saat ini,” ungkap Perry.
Menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com, BNM menjadi salah satu bank sentral di emerging market Asia, yang berhasil menjaga stabilitas nilai tukar ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Kinerja ringgit bahkan menguat 3,26% terhadap dolar AS sejak awal tahun, lebih unggul di atas rupiah yang melemah hampir 5%.
Pada perdagangan Rabu (13/5), rupiah dibuka melemah di atas Rp17.500 dan mencetak rekor terendah baru menurut data Bloomberg. Namun rupiah berangsur menguat 0,27% serta mencapai Rp17.480,50 hingga pukul 15.00 WIB. (KR)