Korsel buka opsi dukung AS terkait Hormuz, Iran bantah serang HMM

Kamis, 14 Mei 2026

image

JAKARTA - Korea Selatan membuka opsi dukungan bertahap terhadap upaya Amerika Serikat menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz setelah serangan terhadap kapal komersial di kawasan tersebut memicu ketegangan baru.

Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu-back, mengatakan pemerintah tengah mengkaji sejumlah bentuk keterlibatan, mulai dari dukungan diplomatik hingga kontribusi militer terbatas. Pernyataan itu disampaikan usai rangkaian pertemuan dengan pejabat Pentagon di Washington, D.C, seperti dikutip Theaters.

Menurut laporan Yonhap yang dikonfirmasi Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Seoul mempertimbangkan langkah berupa upaya mengirimkan personel, berbagi informasi, dan menyediakan aset militer.”

Ahn menegaskan Korea Selatan akan berpartisipasi sebagai anggota yang bertanggung jawab dalam komunitas internasional dalam menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun, ia menekankan belum ada pembahasan spesifik terkait pengerahan pasukan bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Ia juga memastikan setiap keterlibatan militer harus tetap mematuhi hukum Korea Selatan. Selain itu, pembicaraan bilateral tidak mencakup isu pengurangan pasukan AS di Korea Selatan maupun perubahan peran United States Forces Korea (USFK).

Ahn berada di Washington untuk menghadiri Korea - U.S. Integrated Defense Dialogue. Dalam pertemuan Senin lalu, Ahn dan Hegseth membahas penguatan aliansi pertahanan, modernisasi militer, serta rencana Seoul mengambil alih kendali operasi perang gabungan di Semenanjung Korea.

Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah kapal kargo berbendera Panama yang dioperasikan perusahaan Korea Selatan, HMM Co., diserang di dekat Selat Hormuz. Kapal HMM Namu dilaporkan terkena dua objek udara saat berlabuh di dekat Uni Emirat Arab pada 4 Mei dan sempat terbakar.

Hingga kini otoritas masih menyelidiki asal serangan tersebut. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menuduh Iran berada di balik insiden itu.

Dalam unggahan media sosial, Trump menyatakan Iran telah “taken some shots” terhadap kapal tersebut dan mendesak Korea Selatan mendukung langkah AS membuka kembali jalur pelayaran Hormuz.

Sementara itu, Iran membantah tuduhan itu. Kedutaan Besar Iran di Seoul menyatakan pihaknya dengan tegas menolak dan secara kategoris menyangkal segala tuduhan yang mengaitkan angkatan bersenjata Iran dengan serangan terhadap kapal HMM Namu. (DH)