Indonesia mulai terima minyak Nigeria di tengah krisis Hormuz
Kamis, 14 Mei 2026
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan minyak mentah dari Nigeria mulai masuk ke Indonesia sebagai bagian dari langkah diversifikasi sumber impor energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pengiriman minyak mentah dari Nigeria telah berjalan dan sebagian sudah tiba di Indonesia.
"Beberapa sudah terwujud, (salah satunya dari Nigeria) sudah dalam proses pengerjaan, beberapa sudah (tiba)," kata Laode, seperti dikutip Antaranews, Rabu (14/5).
Pemerintah mempercepat pencarian sumber minyak alternatif setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang menangani sekitar 20% pengiriman minyak dunia.
Selat Hormuz juga menjadi jalur utama sekitar 80% perdagangan minyak dan liquefied natural gas (LNG) dari Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Laode mengatakan Indonesia kini mulai mengamankan pasokan minyak dari negara-negara yang jalur pengirimannya tidak melewati Selat Hormuz guna mengurangi risiko gangguan pasokan energi nasional.
Selain Nigeria, pemerintah juga membidik Rusia dan Amerika Serikat sebagai sumber alternatif impor minyak mentah karena memiliki kapasitas pasokan besar. Pemerintah memastikan cadangan energi nasional, termasuk minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan LPG, masih berada dalam kondisi aman.
"Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sering mengatakan bahwa terkadang kami harus begadang sepanjang malam setiap hari untuk memastikan ketersediaan stok yang memadai. Itulah yang kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Laode.
Sebelum konflik Iran pecah, sekitar 20% impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah. Untuk mengantisipasi krisis pasokan akibat gejolak geopolitik, pemerintah mulai membuka jalur impor baru dari sejumlah negara seperti Angola, Nigeria, Brasil, Amerika Serikat, dan Rusia.
Pada April 2026 lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga melakukan negosiasi pembelian minyak mentah dan LPG dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow. Dari pembicaraan tersebut, Indonesia mengamankan komitmen pasokan 150 juta barel minyak mentah dari Rusia yang pengirimannya dilakukan bertahap hingga akhir 2026.(DH)