Pakistan kantongi US$1,3 miliar dari IMF untuk perkuat devisa

Kamis, 14 Mei 2026

image

JAKARTA - Bank Sentral Pakistan (State Bank of Pakistan/SBP) mengumumkan telah menerima sekitar US$1,3 miliar dari Dana Moneter Internasional (IMF) melalui skema pinjaman Extended Fund Facility (EFF) dan Resilience and Sustainability Facility (RSF).

Seperti dikutip Thenews, dana tersebut masuk setelah Pakistan memperoleh persetujuan pencairan dari IMF dalam rangka memperkuat cadangan devisa di tengah tekanan eksternal akibat ketidakpastian ekonomi global dan konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

“Dewan Eksekutif IMF menyelesaikan peninjauan ketiga di bawah Fasilitas Dana Perluasan (Extended Fund Facility/EFF) dalam pertemuan yang diadakan pada 8 Mei 2026 dan menyetujui pencairan SDR760 juta untuk Pakistan. Selanjutnya, Dewan Eksekutif IMF juga telah menyetujui pencairan tranche kedua sebesar SDR154 juta di bawah Fasilitas Ketahanan dan Keberlanjutan (Resilience and Sustainability Facility/RSF),” kata SBP dalam pernyataannya, Rabu.

“Oleh karena itu, SBP telah menerima SDR 914 juta (setara dengan sekitar $1,3 miliar) di bawah EFF dan RSF pada tanggal 12 Mei 2026 dari IMF,” tambah SBP. “Jumlah tersebut akan tercermin dalam cadangan devisa SBP untuk minggu yang berakhir pada tanggal 15 Mei 2026,” lanjutnya.

Cadangan devisa SBP tercatat sebesar US$15,9 miliar per 30 April. Otoritas moneter sebelumnya memproyeksikan cadangan devisa dapat melampaui US$18 miliar pada akhir tahun fiskal, meski proyeksi terbaru menunjukkan level tersebut kemungkinan berada di atas US$17 miliar atau setara tiga bulan impor.

Pencairan dana IMF ini dinilai memperkuat posisi pembiayaan eksternal Pakistan di tengah tekanan neraca perdagangan dan ketidakpastian arus masuk devisa. Pemerintah Pakistan juga berencana menerbitkan panda bond dalam waktu dekat untuk memperluas sumber pendanaan luar negeri.

Namun, Bank Sentral Pakistan mencatat perlambatan aktivitas ekonomi dan potensi gangguan remitansi akibat kondisi ekonomi di kawasan Teluk, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama stabilitas pasar valuta asing dan pembiayaan defisit perdagangan.(DH)