Kurangi devisa negara, India batasi impor emas bebas bea
Jumat, 15 Mei 2026

NEW DELHI - Pemerintah India memperketat aturan impor emas bebas bea bagi eksportir perhiasan dengan membatasi impor maksimal 100 kilogram per lisensi.
Seperti dikutip Reuters, kebijakan itu diumumkan Kamis sebagai bagian dari upaya negara tersebut menekan impor logam mulia.
Awal pekan ini, India juga menaikkan tarif impor emas dan perak dari 6% menjadi 15% guna mengurangi pembelian dari luar negeri dan menjaga cadangan devisa di tengah lonjakan harga minyak global.
Sebagai salah satu eksportir perhiasan emas terbesar di dunia, India selama ini memberikan fasilitas impor emas tanpa bea masuk bagi produsen dan eksportir melalui skema advance authorisation untuk kebutuhan ekspor.
Dalam aturan terbaru, pemerintah mengaitkan penerbitan lisensi baru dengan pemenuhan minimal 50% kewajiban ekspor sebelumnya. Pemohon baru juga wajib menjalani inspeksi fisik fasilitas produksi oleh otoritas daerah untuk memastikan keberadaan dan kapasitas operasional perusahaan.
Selain itu, pemegang lisensi diwajibkan menyerahkan laporan dua mingguan yang telah diverifikasi akuntan independen mengenai aktivitas impor dan ekspor emas dalam program tersebut.
Pelaku industri menilai aturan baru itu terlalu membebani.
Eksportir perhiasan di Mumbai menyebut pemerintah tampaknya sengaja ingin menekan impor emas meski berpotensi mengurangi ekspor perhiasan.
Berdasarkan data Gem and Jewellery Export Promotion Council, ekspor perhiasan emas India pada tahun fiskal 2025/2026 mencapai US$11,36 miliar.
Pedagang bullion di Kolkata menilai pemerintah India terus menambah hambatan impor karena bertekad menurunkan pembelian emas dari luar negeri. (DK)