ECB peringatkan harga minyak tinggi memicu kenaikan suku bunga

Jumat, 15 Mei 2026

image

WASHINGTON - ECB berpotensi menaikkan suku bunga jika harga minyak tetap tinggi dalam waktu lama.

Anggota Dewan Gubernur European Central Bank sekaligus Gubernur Bank Sentral Yunani Yannis Stournaras memperingatkan bahwa bank sentral Eropa mungkin terpaksa menaikkan suku bunga apabila harga minyak dunia tetap berada di level tinggi.

Dalam wawancara yang dikutip Athens News Agency, Stournaras mengatakan kondisi ekonomi saat ini bergerak menuju skenario yang lebih buruk dibanding proyeksi dasar ECB terkait pertumbuhan dan inflasi.

Menurutnya, jika lonjakan harga minyak terus berlanjut, ECB tidak akan memiliki pilihan selain menaikkan biaya pinjaman, mengutip dari Bloomberg.

Meski demikian, ia berharap langkah tersebut dapat dihindari.

Harga minyak Brent sendiri bertahan di atas US$100 per barel selama sebagian besar tiga minggu terakhir di tengah ketegangan geopolitik dan belum dibukanya kembali Selat Hormuz oleh Iran. 

Pada Kamis, harga Brent diperdagangkan di sekitar US$105 per barel.

Pasar dan ekonom saat ini memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni mendatang. 

Namun di internal ECB masih terdapat perbedaan pandangan mengenai kebutuhan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Stournaras menilai harga minyak yang bertahan tinggi akan memicu perlambatan ekonomi sekaligus meningkatkan tekanan inflasi di kawasan Eropa.

Ia menambahkan, apabila kenaikan inflasi masih terbatas, maka suku bunga kemungkinan hanya naik sedikit. 

Namun jika inflasi melonjak tajam dan bertahan lama, ECB bisa menghadapi skenario ekonomi yang lebih berat. (DK)