Dampak perang Iran, Irak cari bantuan IMF dan Bank Dunia

Jumat, 15 Mei 2026

image

WASHINGTON - Pejabat Irak mulai menjajaki bantuan keuangan dari International Monetary Fund dan World Bank akibat dampak perang di Timur Tengah yang menekan ekonomi negara tersebut.

Sumber yang dekat dengan IMF dan seorang pejabat pemerintah Irak mengatakan pembicaraan awal dilakukan saat pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia di Washington bulan lalu. 

Seperti dikutip Reuters, diskusi kini berlanjut mengenai besaran dana yang dibutuhkan Irak serta skema pinjaman yang akan diberikan.

Seorang pejabat penasihat kebijakan keuangan Irak menyebut pemerintah tengah membahas pinjaman untuk menopang anggaran negara setelah pendapatan merosot tajam akibat terhentinya ekspor minyak menyusul perang Iran dan penutupan Selat Hormuz.

Perang yang dimulai pada 28 Februari melalui serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu penutupan Selat Hormuz oleh Teheran. 

Konflik tersebut mengguncang kawasan Timur Tengah dan merusak infrastruktur serta perekonomian regional.

Irak menjadi salah satu negara yang paling terdampak karena sebagian besar ekspor minyaknya terhenti akibat penutupan jalur strategis tersebut. 

Sebelumnya, sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia melewati Selat Hormuz.

Juru bicara IMF Julie Kozack mengatakan IMF bersama Bank Dunia dan Badan Energi Internasional sedang mengkaji dampak perang terhadap negara-negara anggota. 

Ia menambahkan sejumlah negara juga mulai meminta saran kebijakan ekonomi kepada IMF.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva sebelumnya menyebut sedikitnya 12 negara berpotensi membutuhkan bantuan senilai US$20 miliar hingga US$50 miliar, namun tidak merinci negara mana saja yang telah mengajukan permintaan bantuan.

Irak sendiri memiliki cadangan minyak terbesar kelima di dunia dan perekonomiannya sangat bergantung pada ekspor minyak. 

Kesepakatan terakhir Irak dengan IMF adalah fasilitas standby senilai US$3,8 miliar yang berakhir pada Juli 2019. 

Saat ini Irak masih memiliki utang sekitar US$2,39 miliar kepada IMF. (DK)