Jamuan minum teh Xi-Trump panaskan isu Taiwan dan Boeing

Jumat, 15 Mei 2026

image

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan kembali bertemu pada Jumat untuk menutup rangkaian kunjungan kenegaraan dua hari di Beijing. Pertemuan itu berlangsung di tengah peringatan keras Xi bahwa kesalahan penanganan isu Taiwan dapat mendorong hubungan kedua negara ke “tempat yang sangat berbahaya.”

Seperti dikutip Reuters, kunjungan Trump ke China menjadi lawatan pertama presiden AS ke negara tersebut sejak kunjungan pada masa jabatan pertamanya pada 2017. Trump berupaya membawa pulang hasil konkret untuk memperbaiki tingkat persetujuan publik menjelang pemilu sela di Amerika Serikat.

Kedua pemimpin dijadwalkan menghadiri agenda minum teh dan makan siang sebelum Trump kembali ke Washington.

Pertemuan puncak itu difokuskan untuk menjaga gencatan dagang yang rapuh sejak pertemuan terakhir mereka pada Oktober lalu.

Saat itu Trump menangguhkan tarif tinggi terhadap barang-barang China, sementara Xi menghentikan ancaman pembatasan ekspor logam tanah jarang yang penting bagi industri global.

Trump juga diperkirakan meminta China membujuk Iran mencapai kesepakatan dengan Washington guna mengakhiri perang yang dinilai tidak populer di kalangan pemilih AS.

Namun posisi Trump dinilai melemah setelah pengadilan AS membatasi kewenangannya dalam menetapkan tarif perdagangan secara sepihak. Di saat bersamaan, lonjakan harga akibat perang Iran meningkatkan tekanan politik domestik terhadap dirinya.

Ringkasan Gedung Putih atas pembicaraan Kamis menyoroti keinginan bersama kedua pemimpin untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz di dekat Iran, yang menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Xi juga disebut tertarik meningkatkan pembelian minyak AS untuk mengurangi ketergantungan China pada pasokan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan China sepakat memesan 200 pesawat Boeing, yang menjadi pembelian pertama pesawat komersial buatan AS oleh China dalam hampir satu dekade.

Jumlah itu berada di bawah ekspektasi pasar. Sejumlah laporan media sebelumnya menyebut Boeing hampir mencapai kesepakatan penjualan lebih dari 500 pesawat ke China. Setelah komentar Trump disiarkan, saham Boeing turun lebih dari 4%.

Isu Taiwan menjadi sorotan utama dalam pertemuan kedua pemimpin. China kembali menegaskan klaimnya atas pulau yang diperintah secara demokratis tersebut dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih kendali.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan peringatan Xi disampaikan dalam pertemuan tertutup yang berlangsung lebih dari dua jam. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang turut mendampingi Trump mengatakan Taiwan memang dibahas dalam pertemuan itu.

“Pihak Tiongkok selalu mengangkat isu itu... kami selalu menjelaskan posisi kami dan kemudian beralih ke topik lain,” kata Rubio kepada NBC News. Rubio menambahkan, “Kebijakan AS mengenai isu Taiwan tidak berubah hingga hari ini.”

Trump tidak menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah Taiwan dibahas saat dirinya dan Xi berpose untuk sesi foto di Temple of Heaven, situs warisan dunia UNESCO di Beijing. “Ada yang mengatakan ini mungkin KTT terbesar yang pernah ada,” ujar Trump sebelumnya di aula besar setelah upacara penyambutan resmi.

Dalam jamuan makan malam kenegaraan, Xi menyebut hubungan China-AS sebagai yang paling penting di dunia. “Kita harus membuatnya berhasil dan jangan pernah mengacaukannya,” kata Xi. Kementerian Luar Negeri China menyatakan Xi juga mengatakan negosiasi awal antara tim perdagangan AS dan China menghasilkan “hasil yang seimbang dan positif.”

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dirinya optimistis kedua negara akan mencapai kemajuan dalam pembentukan mekanisme kerja sama perdagangan dan investasi bilateral, termasuk pengumuman pemesanan besar pesawat Boeing oleh China.(DH)