IHSG merosot 3,53% sepekan, dana asing keluar Rp3,2 triliun
Jumat, 15 Mei 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,53% atau 246,08 poin dalam perdagangan pendek pekan ini, serta tutup di level 6.723,32.
Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp56,46 triliun sepekan, melibatkan 107,29 miliar lembar saham.
Aksi jual investor asing mendominasi dalam perdagangan pekan ini, dengan net sell atau penjualan bersih Rp3,21 triliun. Sehingga total net sell asing sejak awal tahun pun bertambah menjadi Rp40,82 triliun.
Berdasarkan data bursa, saham-saham penghuni indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi pemberat bagi IHSG.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memangkas 33,64 poin indeks setelah harga sahamnya turun 9,29% sepekan, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menghapus 33,20 poin indeks akibat harga saham ambles 21,95%, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengurangi 24,81 poin indeks usai harga sahamnya merosot 21,82%.
Menurut data MSCI, ketiga saham tersebut memiliki bobot di atas 1% dalam Indonesia Investable Market Index (IMI) 25-50 per 2 Maret 2026. BMRI dengan bobot 7,41% menjadi konstituen terbesar di antara ketiga saham tersebut, disusul BREN 1,65% dan TPIA 1,33%.
Penurunan harga saham ini terjadi seiring pengumuman MSCI, yang mengeluarkan 18 saham asal Indonesia dari dalam indeks mereka termasuk BREN dan TPIA.
Berbeda dengan kinerja IHSG, indeks saham di Wall Street justru mencetak rekor tertinggi baru. S&P 500 tutup di atas 7.500 untuk pertama kalinya dalam sejarah dan Nasdaq Composite di atas 26.000.
Investment and Options Analyst di eToro, Bret Kenwell, mengatakan reli kenaikan di Wall Street terjadi setelah rilis data penjualan ritel di Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil positif.
Namun di pasar saham, kata Kenwell seperti dikutip Bloomberg, sektor teknologi menjadi pendorong kenaikan indeks saham. “Bukan dari sektor konsumer,” imbuhnya. (KR)