AS izinkan 10 perusahaan China beli chip AI Nvidia H200
Jumat, 15 Mei 2026

WASHINGTON - Amerika Serikat telah memberikan izin kepada sekitar 10 perusahaan asal China untuk membeli chip AI kedua paling kuat milik Nvidia, yaitu H200.
Namun hingga saat ini belum ada satu pun pengiriman yang terealisasi, menurut tiga sumber yang mengetahui hal tersebut, mengutip dari CNBC.
Situasi ini membuat kesepakatan teknologi besar tersebut masih menggantung, di saat CEO Nvidia Jensen Huang tengah berupaya membuka jalan di China minggu ini.
Huang, yang awalnya tidak tercantum dalam delegasi Gedung Putih ke Beijing, ikut bergabung dalam kunjungan setelah mendapat undangan dari Presiden Donald Trump, menurut satu sumber.
Trump bahkan menjemputnya di Alaska dalam perjalanan menuju pertemuan puncak dengan Presiden China Xi Jinping, memunculkan harapan bahwa kunjungan ini dapat membantu mencairkan kebuntuan penjualan chip H200 ke China.
Namun, proses penjualan masih terhambat oleh berbagai persyaratan dari kedua negara.
Aturan AS yang diterbitkan pada Januari mewajibkan pembeli di China untuk membuktikan bahwa mereka telah menerapkan “prosedur keamanan yang memadai” dan memastikan chip tersebut tidak digunakan untuk tujuan militer.
Selain itu, Nvidia juga harus mengonfirmasi ketersediaan stok yang cukup di Amerika Serikat.
Trump disebut telah menegosiasikan kesepakatan yang memungkinkan pemerintah AS menerima 25% dari pendapatan penjualan chip tersebut.
Skema ini mengharuskan chip melewati wilayah AS terlebih dahulu sebelum dikirim ke China, karena hukum AS tidak mengizinkan pungutan ekspor secara langsung.
Kesepakatan tersebut memicu kekhawatiran di Beijing terkait potensi manipulasi atau celah keamanan tersembunyi, meski sumber menyebutnya lebih sebagai solusi untuk mengatasi hambatan hukum.
Di sisi lain, pengawasan di China juga meningkat setelah Dewan Negara mengeluarkan dua regulasi baru terkait keamanan rantai pasok, yang mendorong upaya nasional untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing di infrastruktur penting.
Penundaan ini disambut positif oleh sebagian pihak di Washington yang bersikap keras terhadap China.
Mereka menilai penjualan chip Nvidia justru dapat mempersempit keunggulan teknologi Amerika.
“Setiap kesepakatan yang memungkinkan Nvidia menjual lebih banyak chip ke China berarti lebih sedikit chip untuk perusahaan AS, dan memperkecil keunggulan AI Amerika atas China,” kata Chris McGuire dari Council on Foreign Relations.
“Menarik bahwa Presiden Trump terus diyakinkan untuk mengutamakan kepentingan Nvidia dibanding kepentingan Amerika.” (DK)