Uji coba baterai solid-state China, tetap menyala meski dipotong

Jumat, 15 Mei 2026

image

BEIJING – Startup baterai solid-state asal China, Pure Lithium New Energy, mengumumkan lini produksi baterai all-solid-state berkapasitas 500 MWh miliknya di Lankao, Provinsi Henan, telah mencapai kapasitas produksi penuh.

Perusahaan yang didukung platform investasi negara Yizhuang State Investment itu kini menyiapkan pembangunan pabrik berskala gigawatt-hour (GWh) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.

Seperti dikutip dari CarNewsChina Jumat (15/05), yang merujuk pembaruan dari 36Kr, Pure Lithium juga baru menyelesaikan pendanaan Pre-A+ senilai puluhan juta yuan.

Perhatian publik tertuju pada demonstrasi ekstrem perusahaan dalam ajang China International Battery Fair 2026 di Shenzhen.

Menurut laporan OFweek, Pure Lithium memperlihatkan pengujian pemotongan baterai secara langsung, di mana sel all-solid-state tetap mampu menyalakan perangkat eksternal meski telah dipotong secara fisik.

Perusahaan menyatakan produk generasi pertamanya telah lolos pengujian standar GB/T36276-2018 bersertifikat CNAS dengan tingkat penurunan berat rata-rata hanya 0,023%.

Secara spesifikasi, baterai generasi pertama Pure Lithium menggunakan katoda lithium iron phosphate (LFP) dan anoda grafit dengan kepadatan energi sekitar 180–190 Wh/kg.

Baterai tersebut diklaim memiliki siklus hidup 6.000 hingga 8.000 kali pengisian serta kemampuan laju di atas 1C.

Pendiri perusahaan, Yang Fan, mengatakan Pure Lithium mengembangkan material kopolimer terner dan material oksida baru untuk meningkatkan konduktivitas serta stabilitas antarmuka antara elektrolit padat dan elektroda.

Perusahaan kini menargetkan generasi berikutnya dengan kepadatan energi di atas 200 Wh/kg.

Didirikan pada Mei 2022, Pure Lithium fokus mengembangkan baterai all-solid-state berbasis elektrolit komposit organik-anorganik dan teknologi pelapisan superkritis.

Perkembangan produksinya berlangsung cepat.

Pada April 2023, perusahaan menyelesaikan lini percontohan 10Ah di Beijing Yizhuang. Sebulan kemudian, pembangunan lini 500 MWh dimulai di Henan, sebelum akhirnya produksi massal sel all-solid-state 50Ah diumumkan pada Oktober 2024.

Saat ini, Pure Lithium memprioritaskan penggunaan baterainya untuk penyimpanan energi dan kendaraan mobilitas kecepatan rendah sebelum memperluas pasar ke kendaraan listrik penumpang.

Perusahaan juga telah menjalankan proyek bersama State Power Investment CorporationState Grid Corporation of China, dan Jingneng Group.

Salah satu proyek utamanya, Thermal Pipeline Power Project, telah beroperasi lebih dari 12 bulan dan menjadi salah satu implementasi lapangan terlama baterai all-solid-state dalam penyimpanan energi infrastruktur.

Di sektor mobilitas, Pure Lithium meluncurkan proyek demonstrasi pertukaran baterai roda dua di Beijing Yizhuang pada Juni 2025.

Proyek itu melibatkan 1.500 baterai all-solid-state, 1.000 kendaraan, dan 100 kabinet pertukaran baterai.

Menurut Yang Fan, beberapa kendaraan dalam proyek tersebut mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer, jauh lebih tinggi dibanding 30–50 kilometer saat masih menggunakan baterai elektrolit cair.

Keberhasilan Pure Lithium muncul di tengah percepatan pengembangan industri baterai solid-state China secara keseluruhan.

Awal tahun ini, perusahaan yang didukung GAC Group menargetkan produksi massal baterai solid-state pada 2026.

Namun, kepala ilmuwan BYDLian Yubo, mengingatkan industri masih berada dalam “tahap terobosan kritis” dengan berbagai tantangan komersialisasi yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Data China EV DataTracker menunjukkan total instalasi baterai kendaraan listrik China mencapai 62,4 GWh pada April 2026, naik 15,3% secara tahunan.

Dari jumlah tersebut, baterai LFP mendominasi dengan kapasitas 50,8 GWh atau sekitar 81,4% pasar, sementara baterai ternary NMC mencapai 11,5 GWh atau 18,4% pasar.

Ke depan, Pure Lithium menargetkan lini produksi skala GWh dengan kapasitas di atas 1 GWh dapat mulai beroperasi pada 2026.

Perusahaan juga membidik pendapatan tahunan lebih dari 100 juta yuan atau sekitar US$14,7 juta pada tahun tersebut. (SF)