Rupiah tembus Rp17.602/US$ tertekan harga minyak

Jumat, 15 Mei 2026

image

JAKARTA – Nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.602/US$ hingga pukul 9.30 WIB Jumat (15/5), menjadi posisi terendah baru sepanjang sejarah.

Pada Rabu pekan ini, rupiah sempat menguat 0,30% terhadap dolar AS dan bertahan di level Rp17.476/US$.

Pelemahan ini terjadi seiring dengan harga minyak mentah dunia yang kembali naik. Harga minyak WTI di bursa berjangka naik 1,48% ke US$102,67 per barel pada awal sesi Asia, sementara minyak Brent naik 1,49% ke US$107,30 per barel.

Sementara itu indeks DXY, yang mengukur kinerja dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, naik 0,21% ke 99,03.

Presiden Spectra Markets, Brent Donnelly, mengatakan pergerakan pasar keuangan biasanya dipengaruhi faktor makroekonomi.

Namun saat ini, kata Donelly seperti dikutip Bloomberg, pasar keuangan lebih banyak dipengaruhi oleh situasi geopolitik, headline, selera risiko investor, dan momentum.

“Narasinya saat ini adalah: harga minyak naik atau turun,” jelas Donelly.

Sementara itu ahli strategi mata uang asing ING Bank NV, Chris Turner, mengatakan pergerakan moderat di pasar uang akan terus dipengaruhi harga minyak, serta sikap bank sentral dalam menghadapi inflasi yang terus meningkat.

“Kecuali terjadi penurunan tajam di pasar saham,” imbuh Chris, dalam laporan yang disampaikan pekan ini.

Laporan IDNFinancials.com sebelumnya mencatat Bank Indonesia (BI) telah melancarkan tujuh siasat, demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara pemerintah Indonesia mengaku mulai menggunakan dana stabilisasi obligasi, untuk menjaga imbal hasil agar tetap menarik bagi investor asing.

Sejak awal tahun ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah turun sekitar 5,4%. (KR)