Krisis Hormuz tekan pasokan, OPEC revisi outlook permintaan minyak

Jumat, 15 Mei 2026

image

JAKARTA - OPEC menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global untuk 2026 setelah perang Iran memicu gangguan pasokan dan lonjakan harga energi dunia.

Seperti dikutip Reuters, dalam laporan terbarunya, organisasi eksportir minyak tersebut memperkirakan permintaan minyak dunia hanya bertambah 1,17 juta barel per hari (bph) pada 2026, lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 1,38 juta bph.

Langkah OPEC mengikuti revisi yang lebih dulu dilakukan International Energy Agency (IEA) yang juga memangkas prospek konsumsi minyak akibat konflik di Timur Tengah.

Meski menurunkan outlook 2026, OPEC menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2027 menjadi 1,54 juta bph atau naik 200 ribu bph dari perkiraan sebelumnya.

"Pertumbuhan ekonomi global terus menunjukkan ketahanan tahun ini meskipun ada ketegangan geopolitik, khususnya di Timur Tengah," tulis OPEC dalam laporan bulanannya.

Perang Iran membuat Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak global, praktis tertutup. Kondisi itu menghambat jutaan barel pasokan minyak dari Timur Tengah dan mendorong harga bahan bakar melonjak tajam.

Lonjakan harga energi mulai menekan daya beli konsumen dan aktivitas bisnis, sehingga sejumlah negara mengambil langkah penghematan pasokan energi.

OPEC memperkirakan konsumsi minyak global pada kuartal II-2026 berada di level rata-rata 104,57 juta bph, turun dibandingkan proyeksi bulan lalu sebesar 105,07 juta bph.

Di sisi produksi, OPEC+ yang beranggotakan negara-negara OPEC dan sekutunya termasuk Rusia sebelumnya sepakat meningkatkan produksi mulai April 2026. Namun, gangguan distribusi akibat penutupan Selat Hormuz membuat realisasi tambahan produksi sulit dilakukan.

Produksi minyak mentah OPEC+ pada April tercatat 33,19 juta bph, turun 1,74 juta bph dibandingkan Maret, berdasarkan data sumber sekunder OPEC. Data tersebut masih mencakup produksi Uni Emirat Arab yang resmi keluar dari OPEC pada 1 Mei 2026.(DH)