TNI AL terima KRI Canopus-936, kapal penyelamat kapal selam
Sabtu, 16 Mei 2026

JAKARTA - TNI Angkatan Laut resmi menerima kapal penyelamat kapal selam pertama, KRI Canopus-936, untuk memperkuat pengawasan bawah laut dan kemampuan pencarian serta penyelamatan maritim.
Seperti dikutip TheStar, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, mengatakan KRI Canopus-936 dibangun melalui kerja sama galangan kapal Jerman Abeking & Rasmussen dengan perusahaan nasional PT Palindo Marine. Kandungan lokal kapal tersebut mencapai 60%.
Muhammad Ali menjelaskan kapal itu dilengkapi sejumlah sistem canggih, antara lain Hydrographic Survey Launcher (HSL), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (ASV), dan Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
"Peralatan ini digunakan untuk melakukan survei hidrografi, oseanografi, dan geofisika, serta pemetaan detail dasar laut,” ujar Muhammad Ali seperti dikutip Antara, Senin.
KRI Canopus-936 tiba di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, dan diterima Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta sejumlah pejabat tinggi TNI AL.
Selain untuk pengawasan bawah laut, kapal tersebut juga dapat mendukung operasi militer seperti pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau laut, patroli keamanan maritim, hingga misi intelijen.
Muhammad Ali menambahkan KRI Canopus-936 memiliki kemampuan operasi SAR bawah laut, termasuk mendeteksi sinyal darurat dan menemukan objek di dasar laut. Kemampuan itu memungkinkan TNI AL merespons kecelakaan kapal selam secara lebih cepat dan akurat.(DH)