Belanja online AS meledak di Black Friday, tembus US$23,6 miliar

Selasa, 02 Desember 2025

image

JAKARTA – Konsumen Amerika Serikat menunjukkan ketahanan belanja meski dibayangi isu ekonomi dan tekanan inflasi. Dalam tiga hari setelah Thanksgiving, warga AS membelanjakan US$23,6 miliar untuk transaksi online—melampaui ekspektasi analis dan menandai awal musim liburan yang kuat.

Mengutip reuters.com (30/11), Adobe Analytics mencatat belanja online pada Cyber Monday naik 4,5% menjadi US$9,1 miliar pada pukul 18.30 waktu setempat. Adobe memperkirakan total pengeluaran pada hari itu akan mencapai US$13,9 miliar–US$14,2 miliar. Sepanjang periode lima hari termasuk Thanksgiving, belanja digital diperkirakan menembus US$43,7 miliar.

Meski kepercayaan konsumen melemah dan inflasi masih menekan, diskon besar terbukti memacu penjualan. Konsumen berpendapatan tinggi cenderung berbelanja lebih leluasa, sementara rumah tangga lain tetap menyisihkan anggaran untuk hadiah. Sebagian bahkan menggunakan utang jangka pendek agar tetap bisa mengikuti momentum diskon.

Adobe memproyeksikan belanja Cyber Monday akan meningkat hingga 6,3% dibanding tahun lalu. “Pembeli saat liburan menghabiskan dompet mereka, bukan (menghabiskan) jiwa mereka,” ujar Mark Mathews, Kepala Ekonom National Retail Federation.

Konsumen membelanjakan uang mereka, namun tidak kehilangan kendali atau nilai-nilai pribadi, perilaku belanja tetap rasional meski ada tekanan ekonomi.

Pada Black Friday, pengeluaran online juga mencetak rekor US$11,8 miliar, menurut Adobe. Konsumen berpendapatan tinggi terlihat lebih bebas membelanjakan uang, sedangkan kelompok berpendapatan rendah disebut telah menghabiskan sisa bantalan finansial dari masa pandemi. Pertumbuhan belanja online selama musim liburan kini bergerak di kisaran satu digit, jauh dari tren dua digit pada periode 2015–2020.

Metode Buy Now Pay Later (BNPL) kian populer. CivicScience mencatat 38% responden menggunakan layanan tersebut sepanjang akhir pekan Black Friday. Adobe juga mencatat transaksi BNPL pada Black Friday naik 9%, dan pada Cyber Monday diperkirakan menembus US$1 miliar.

Teknologi AI turut mendorong aktivitas belanja. Trafik yang dihasilkan alat berbasis AI ke situs ritel diproyeksikan melonjak hampir delapan kali lipat dari tahun lalu. CivicScience menemukan 40% pembeli menggunakan AI untuk membantu pengambilan keputusan, dengan 87% pengguna intens berasal dari kelompok usia di bawah 45 tahun. (DH)