CEO CMB.Tech Alexander: Hormuz dibuka tarif tanker tetap akan naik

Rabu, 20 Mei 2026

image

JAKARTA - CEO CMB.Tech Alexander Saverys meilai pasar tanker tengah mengalami penguatan tajam seiring terganggunya arus pelayaran global, namun arah pergerakan tarif masih jauh dari pasti di tengah spekulasi pembukaan kembali Selat Hormuz.

Salah satu pandangan dominan di pasar menyebut pembukaan kembali jalur strategis tersebut akan memicu lonjakan permintaan restocking minyak, sehingga kapasitas kapal langsung terserap dan mendorong tarif angkutan naik tajam.

Saverys menyampaikan hal itu setelah perusahaannya, perusahaan tanker dari Belgia, mencatat lonjakan laba inti kuartal I, yang didorong kenaikan tarif dan harga kapal akibat gangguan pasokan.

“Salah satu pandangan yang umum adalah bahwa pembukaan kembali akan memicu lonjakan pengisian stok dan membanjiri pasokan tanker yang tersedia, sehingga menyebabkan tarif naik tajam,” kata CEO Alexander Saverys seperti dikutip Reuters.

Namun, Saverys menilai pasar berpotensi keliru membaca kecepatan pemulihan ekspor minyak Timur Tengah, sekaligus meremehkan ketersediaan kapal yang bisa kembali masuk pasar dengan cepat. Kondisi tersebut justru berpotensi menciptakan kelebihan pasokan dan menekan tarif.

“CMB.Tech, yang berganti nama dari Euronav pada Oktober 2024, telah diuntungkan dari penutupan Selat Hormuz, yang mengurangi ketersediaan tonase pengiriman dan mendorong kenaikan tarif angkutan spot, sekaligus meningkatkan harga jual kapal-kapal lamanya.”

Ia menambahkan bahwa bahkan tanpa pembukaan Hormuz, pergeseran arus perdagangan ke Atlantik mulai menekan tarif. Kapal yang sebelumnya melayani rute Teluk kini beralih mengangkut minyak dari Amerika Serikat, Brasil, dan Afrika Barat.

“Meskipun blokade tidak berakhir, pergeseran tonase kargo ke arah Atlantik sudah membebani tarif,” kata Saverys, “karena kapal-kapal yang sebelumnya berdagang melalui Teluk memposisikan diri untuk mengangkut minyak dari tempat-tempat seperti AS, Brasil, dan Afrika Barat.”

Saverys, menyebut kondisi itu membuat tarif terkoreksi dari puncaknya, meski pendapatan kapal masih berada di level tinggi sekitar US$80.000-US$120.000 per hari.

Ia juga mempertanyakan keberlanjutan ekspor kuat Amerika Serikat yang saat ini ditopang oleh pelepasan cadangan minyak besar-besaran.

“Pertanyaan terbuka lainnya adalah berapa lama volume ekspor AS yang kuat, yang didorong oleh pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar, dapat dipertahankan,” ujarnya. (DH)