Stok minyak Iran di kapal tanker melonjak sebesar 65%

Rabu, 20 Mei 2026

image

TEHERAN - Volume minyak Iran yang disimpan di kapal tanker di dalam dan sekitar Selat Hormuz meningkat dalam beberapa pekan terakhir, seiring upaya Iran mencari cara untuk menghindari blokade Amerika Serikat di Teluk Oman yang bertujuan menekan ekspor minyak Iran.

Jumlah kapal tanker yang membawa minyak mentah tetapi tertahan di Teluk Persia dan sekitar Selat Hormuz dilaporkan naik sejak AS memulai blokade laut pada pertengahan April untuk menghentikan ekspor minyak Iran dan memaksa Teheran mencapai kesepakatan.

Seperti dikutip Oilprice, hal ini berdasarkan analisis Financial Times terhadap data pelacakan kapal dan citra satelit.

Data dari lembaga nirlaba berbasis di AS, United Against Nuclear Iran (UANI), menunjukkan bahwa jumlah kapal tanker berisi minyak mentah dan petrokimia Iran di wilayah Teluk kini meningkat menjadi 49 kapal, naik dari 29 kapal sebelum blokade AS dimulai pada 13 April.

Secara terpisah, UANI dan Financial Times juga mengidentifikasi lebih dari selusin kapal tanker yang berkumpul di dekat pelabuhan Chabahar di luar Selat Hormuz, namun masih berada dalam area yang terdampak garis blokade AS.

Analisis pelacakan kapal dan intelijen maritim beberapa minggu lalu menunjukkan bahwa tanker-tanker Iran yang bermuatan minyak terlihat “berkumpul” di sekitar Chabahar.

Kondisi ini menandakan Iran masih terus memuat minyak ke kapal-kapal yang berupaya meninggalkan kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, penumpukan kapal di luar Selat Hormuz tetapi masih dalam garis blokade AS menunjukkan bahwa upaya intersepsi kapal oleh Amerika mulai berdampak.

Sekitar 42 juta barel minyak mentah Iran kini tersimpan di kapal tanker, banyak di antaranya kapal tua, di kawasan Timur Tengah, meningkat 65% dibandingkan awal konflik, menurut estimasi Kpler yang dikutip Financial Times.

Aktivitas pemuatan di Pulau Kharg, pelabuhan ekspor utama Iran, juga dilaporkan terhenti, menurut perusahaan intelijen maritim Windward.

“Pada saat yang sama, konsentrasi tanker gelap di utara Hormuz, timur Hormuz, dan Chabahar menunjukkan bahwa Iran semakin bergantung pada zona penyimpanan terlindungi untuk menahan kapasitas ekspor dan mengelola aliran keluar,” kata analis Windward.

“Meningkatnya aktivitas transfer antar kapal (ship-to-ship), operasi pengisian bahan bakar (bunkering), serta pola berlabuh diam-diam dalam waktu lama memperkuat indikasi bahwa operasi transfer kargo rahasia dan penghindaran sanksi semakin berkembang di perairan wilayah Iran.” (DK)