IHSG turun 0,82%, giliran rupiah menguat ke Rp17.654/US$
Rabu, 20 Mei 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,82% atau 52,18 poin ke 6.318,50 pada perdagangan Rabu (20/5), setelah sempat menyentuh level tertingginya di 6.459,56.
Total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp22,36 triliun, melibatkan 41,12 miliar lembar saham.
Analis Phintraco Sekuritas menilai para pelaku pasar merespons pidato Presiden Prabowo di Rapat Paripurna DPR, yang juga mengumumkan aturan baru mengenai ekspor komoditas satu pintu lewat BUMN.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga memerintahkan bank Himbara untuk menurunkan suku bunga kredit untuk masyarakat kecil, meskipun beberapa jam kemudian Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate sebesar 50 basis points (bps) ke level 5,25%
“Hal tersebut mendorong penguatan Rupiah sebesar 0,29% di level Rp 17,654/US$,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini.
Berdasarkan pantauan IDNFinancials.com, sebanyak 483 saham yang diperdagangkan di bursa bergerak melemah. Sementara 208 saham menguat dan 126 lainnya stagnan.
Sembilan di antara sebelas indeks sektoral juga terpantau melemah. Namun dua sektor terpantau menguat yaitu sektor infrastruktur dan keuangan, yang masing-masing naik 0,05% dan 1,21%.
Dari sektor keuangan, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat transaksi terbesar yaitu Rp1,30 triliun dan disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp1,17 triliun.
Harga saham kedua emiten bank ini pun kompak menguat, dengan kenaikan pada BMRI 2,42% dan BBCA 0,42%.
Sementara harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merosot 6,99% ke Rp173 per lembar, seiring pelemahan harga saham emiten yang bergerak di bidang komoditas sumber daya alam.
Dari kawasan emerging market Asia Pasifik, sejumlah indeks saham juga terpantau melemah. KOSPI turun paling dalam mencapai 0,86%, disusul Hang Seng yang melemah 0,57% dan FBMKLCI 0,55%. (KR)