Superbank jadi anak perusahaan Grab Singapura

Kamis, 21 Mei 2026

image

JAKARTA - Grab memperkuat bisnis layanan keuangannya di Indonesia setelah mengonsolidasikan bank digital Superbank ke dalam segmen financial services perusahaan, menyusul pengalihan saham milik Singtel kepada GXS Bank.

Seperti dikutip BusinesstTmes, dalam pengumuman pada Rabu (20/5), Grab menyebut kepemilikan gabungannya di Superbank kini melampaui 50%, sehingga bank digital tersebut resmi menjadi anak usaha Grab.

Langkah ini membuat seluruh kinerja keuangan Superbank akan dikonsolidasikan penuh ke unit layanan keuangan Grab mulai Mei 2026. Superbank, yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2025, kini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$1,6 miliar. Selain Grab, bank digital itu juga didukung oleh Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS Bank.

Grab, menilai Indonesia menjadi pasar strategis untuk memperluas layanan keuangan digital karena memiliki basis pengguna besar di sektor ride-hailing, pesan-antar makanan, dan pembayaran digital.

Perusahaan juga menguasai 90% saham OVO, salah satu dompet digital terbesar di Indonesia.

“Skala Grab dan OVO di bidang layanan transportasi daring, pengiriman makanan, dan pembayaran digital memberikan Superbank keunggulan distribusi struktural, sementara kedalaman data transaksi yang mengalir melalui ekosistem Grab meningkatkan kemampuan Superbank dalam memberikan kredit,” kata Grab.

Superbank mencatat laba tahunan penuh pertama pada tahun buku 2025. Hingga April 2026, aset bank tersebut tumbuh 72% secara tahunan menjadi Rp24 triliun, sementara pendapatan bunga bersih melonjak 84%.

Bank digital yang meluncurkan aplikasi perbankannya pada 2024 itu kini melayani lebih dari enam juta nasabah di Indonesia dengan lebih dari satu juta transaksi per hari.

Presiden sekaligus Chief Operating Officer Grab, Alex Hungate, mengatakan langkah konsolidasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas inklusi keuangan di Indonesia.

“Konsolidasi ini bertujuan untuk memperdalam model tersebut dan memperluas dampaknya, serta memperkuat komitmen jangka panjang kami untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” ujar Hungate.

Grab juga menilai transaksi tersebut akan memperkuat ekspansi regional GXS Bank dan memperdalam sinergi Superbank dengan operasional perusahaan di Singapura dan Malaysia.

Chief Executive Officer GXS Bank, Lai Pei-Si, menegaskan seluruh bank digital dalam grup memiliki visi yang sama untuk memperluas akses layanan keuangan di Asia Tenggara.

“Bank digital kami memiliki misi mendasar yang sama, yaitu membuat layanan keuangan lebih mudah diakses oleh masyarakat Asia Tenggara,” kata Lai.(DH)