CEO ASML: Tekanan AS akan percepat China. Ini soal bertahan hidup
Kamis, 21 Mei 2026

JAKARTA - CEO ASML Christophe Fouquet, memperingatkan industri semikonduktor global akan menghadapi tekanan pasokan berkepanjangan di tengah ledakan permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI), satelit, robot, hingga pusat data generasi baru.
Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters di sela acara teknologi di Antwerp, Belgia, Fouquet mengatakan lonjakan kebutuhan chip kini melampaui kapasitas produksi industri global dan berpotensi memicu bottleneck di rantai pasok selama bertahun-tahun ke depan.
“Permintaan akan AI sangat kuat sehingga kita akan berada di pasar dengan pasokan terbatas untuk waktu yang cukup lama,” kata Fouquet seperti dikutip Reuters.
ASML, perusahaan teknologi paling bernilai di Eropa, kini merajai pasar mesin litografi yang digunakan untuk mencetak sirkuit mikro pada chip berteknologi tinggi.
Mesin paling canggih milik perusahaan menjadi komponen vital dalam produksi chip AI dan memori generasi terbaru.
Ledakan investasi AI membuat perusahaan teknologi global menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk membangun pusat data berskala besar yang dipenuhi chip AI.
Kondisi itu memaksa produsen semikonduktor seperti NVIDIA, TSMC, Samsung Electronics, SK hynix, Micron Technology, dan Intel mempercepat ekspansi kapasitas produksi.
Terkait dengan China, Fouquet juga menyoroti tekanan Amerika Serikat terhadap ekspor teknologi chip ke negara tersebut.
Menurutnya, pembatasan yang semakin ketat justru akan mempercepat upaya Beijing mengembangkan teknologi chip sendiri.
“Jika aku menempatkan kamu di padang pasir dan memberitahumu bahwa kamu tidak akan lagi memiliki akses ke makanan berapa lama waktu, yang kamu butuhkan bukan untuk membuat kebunmu. Ini soal bertahan hidup.”
Fouquet mengatakan ASML terus meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi alatnya untuk mengejar lonjakan permintaan, termasuk melalui pengembangan teknologi terbaru High NA EUV yang memungkinkan produksi chip lebih kecil dan lebih kuat.
Ia memperkirakan chip logika pertama berbasis teknologi High NA akan mulai diproduksi dalam beberapa bulan ke depan, dengan Intel menjadi salah satu pengguna awal.
Fouquet juga menyoroti potensi lonjakan permintaan baru dari proyek-proyek futuristik milik Elon Musk, termasuk TeraFab dan jaringan satelit Starlink.
“Proyek-proyek Musk dapat memperluas kapasitas pembuat perkakas dalam beberapa tahun mendatang,”
“Dia sangat serius dengan semua proyek itu,” kata Fouquet, seraya mengungkapkan dirinya telah berbicara langsung dengan Elon Musk tanpa menjelaskan detail pembicaraan tersebut.
Menurutnya, Starlink menjadi salah satu proyek paling menarik karena seluruh teknologi masa depan seperti mobil otonom, robot humanoid, hingga AI membutuhkan konektivitas data berskala besar.
“Salah satu proyek yang paling menarik bagi saya adalah Starlink karena kita banyak berbicara tentang chip, humanoid, mobil otonom, dan semua produk tersebut harus terhubung dengan data,” ujarnya.
Selain memperluas bisnis litografi, ASML kini mengembangkan teknologi advanced packaging baru untuk membantu produksi chip AI berukuran besar.
Fouquet menyebut lini bisnis tersebut berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru perusahaan di masa depan.
Di sisi lain, Fouquet memperingatkan Eropa berisiko tertinggal dalam adopsi industri AI akibat regulasi yang terlalu rumit dan birokrasi yang berlebihan.
“Orang-orang tertarik dengan pasar Uni Eropa, tetapi mereka biasanya takut dengan banyaknya regulasi dan kerumitan yang harus dihadapi di Eropa untuk melakukan apa pun,” katanya.
Ia mendesak Uni Eropa meninjau ulang bahkan merevisi AI Act 2023 agar kawasan itu tidak kehilangan daya saing teknologi global. (DH)