Prabowo prihatin kemiskinan naik saat ekonomi tumbuh 7 tahun

Kamis, 21 Mei 2026

image

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyoroti angka kemiskinan yang meningkat dan menyusutnya jumlah kelas menengah, di tengah pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pidatonya di hadapan DPR pada Rabu (20/5), Prabowo mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata 5% per tahun dalam tujuh tahun terakhir, atau setara 35% secara kumulatif.

“Harusnya kita tambah kaya 35%,” kata Prabowo.

Namun menurut Prabowo, kondisi tersebut tidak tercermin pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Ia mengaku prihatin setelah melihat data ekonomi, bahkan sejak awal menjabat sebagai presiden.

“Tapi apa yang terjadi? Kelas menengah turun, kemiskinan meningkat,” ujarnya.

Prabowo mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi bahan introspeksi bersama. Ia mempertanyakan bagaimana pertumbuhan ekonomi tetap terjadi, sementara masyarakat miskin meningkat dan kelas menengah berkurang.

Prabowo menilai persoalan tersebut kemungkinan disebabkan masalah sistemik dalam perekonomian nasional.

“Perekonomian yang kita jalankan berada pada trajektori yang tidak tepat,” ujar dia.

Karena itu, Prabowo menilai pemerintah perlu menyusun ulang berbagai kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, mulai dari mengatasi kebocoran devisa ke luar negeri, hingga memperbaiki tata kelola sumber daya alam (SDA).

Salah satu langkah yang akan dilakukan pemerintah ialah menentukan harga jual komoditas Indonesia di pasar ekspor, serta mewajibkan ekspor SDA satu pintu lewat entitas yang ditunjuk pemerintah.

Dalam implementasi aturan baru ini, Badan Pengelola Investasi (BPI) juga mendapat penugasan untuk mengawasi ekspor SDA melalui platform digital mulai 2027. (KR)