BI: Undisbursed loan capai Rp2.551,42 triliun
Kamis, 21 Mei 2026

JAKARTA - Pertumbuhan kredit perbankan pada April 2026 menguat menjadi 9,98% dibanding bulan sebelumnya sebesar 9,49%, didorong peningkatan penyaluran kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan kredit investasi menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 19,48%, sementara kredit modal kerja tumbuh 6,04% dan kredit konsumsi 6,13%.
"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8%-12%," ujar Perry dalam konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (20/5).
Menurut Perry, prospek penyaluran kredit masih ditopang besarnya fasilitas pinjaman yang belum ditarik atau undisbursed loan yang mencapai Rp2.551,42 triliun, setara 22,57% dari total plafon kredit tersedia.
Likuiditas perbankan juga dinilai masih kuat. Hal itu tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,39%, disertai pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 11,39% pada April 2026.
Meski demikian, BI menilai perbankan masih perlu meningkatkan efisiensi suku bunga. Pada April 2026, suku bunga kredit tercatat sebesar 8,73%, sedangkan suku bunga deposito tenor satu bulan berada di level 4,16%.
"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif antara lain melalui penguatan kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk terus mendukung penyaluran kredit perbankan," kata Perry.
Dia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus diperkuat guna memperbaiki struktur suku bunga dan menjaga pertumbuhan kredit tetap solid.(DH)