IHSG anjlok 2,76% jadi indeks terburuk di emerging market Asia

Kamis, 21 Mei 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot 2,76% pada perdagangan sesi pertama Kamis (21/5), melanjutkan penurunan 0,89% pada Rabu.

Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp9,78 triliun, setara 43,8% dari total transaksi saham pada Rabu.

Sebanyak 601 saham mencatat penurunan harga, sementara hanya 118 saham yang menguat dan 94 lainnya stagnan.

Seluruh indeks sektoral terpantau melemah, dengan penurunan terdalam pada sektor Barang Baku (IDXBASIC) yang mencapai 6,49% dan Energi (IDXENERGY) 5,02%.

Indeks LQ45 yang menjadi pengukur saham-saham paling likuid di bursa, melemah 1,56%. Data BEI menunjukkan hanya 8 saham anggota LQ45 yang mampu menguat, dengan kenaikan harga tertinggi pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) sebesar 1,52%.

Penurunan pada sesi pertama Kamis ini membuat IHSG jadi indeks terburuk di antara pasar emerging market Asia Pasifik.

Indeks FBMKLCI Malaysia menyusul IHSG dengan pelemahan 0,04%. Sementara enam indeks lain di kawasan ini kompak menguat, dipimpin KOSPI Korea Selatan yang mencapai 8,12% dan TWSE Taiwan 3,89%.

Sejak awal tahun ini, IHSG telah turun 29,76%. Penurunan ini membuat kinerja IHSG dalam lima tahun terakhir hanya naik 6,43%. (KR)