IHSG banjir sentimen negatif, merosot 3,54%
Kamis, 21 Mei 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 3,54% atau 223,56 poin ke level 6.094,94 pada perdagangan Kamis (21/5).
Penurunan ini menjadi level terendah bagi IHSG dalam 13 bulan terakhir, atau sejak gejolak di pasar saham akibat tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) pada April 2025.
Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp18,49 triliun, melibatkan perdagangan 35,77 miliar lembar saham.
Sebanyak 663 saham mencatat pelemahan harga, sementara hanya 88 saham yang menguat dan 69 lainnya stagnan.
Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG menghadapi situasi di mana katalis positif sangat minim, sementara tekanan jual terus menjadi pemberat, “akibat sentimen negatif yang datang bertubi-tubi.”
Dalam catatan riset yang disampaikan sore ini, analis Phintraco menyebut semua indeks sektoral juga melemah. Dengan penurunan paling dalam pada sektor energi yang mencapai 6,91%.
“Dipicu oleh turunnya harga minyak mentah dan kebijakan Menteri ESDM, yang memerintahkan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas untuk segera menyerahkan hak partisipasi sebesar 10% kepada pemerintah daerah,” imbuh analis Phintraco.
Selain itu, reaksi investor dinilai negatif terhadap kebijakan baru pemerintah Indonesia, yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto di DPR pada Rabu (20/5).
Dalam pidatonya, Prabowo mengumumkan seluruh ekspor Sumber Daya Alam (SDA) wajib melewati entitas BUMN yang baru saja dibentuk, yaitu PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Di sisi lain, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis points (bps) pada hari yang sama, dinilai ikut menekan saham-saham bank dan pertambangan.
“Secara teknikal, IHSG telah menutup gap di 6.092. Jika tekanan jual berlanjut, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis di 6.000,” ungkap analis Phintraco.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, IHSG menjadi indeks dengan kinerja terburuk di kawasan emerging market Asia Pasifik hingga sesi pertama hari ini.
Hingga penutupan perdagangan, posisi IHSG tak berubah dan tetap di level terendah di antara 7 indeks saham lain di kawasan.
Indeks KOSPI Korea Selatan memimpin dengan penguatan 8,42%, TWSE Taiwan naik 3,37%, dan PCOMP Filipina naik 0,46%. (KR)