Hadang dominasi ekosistem AI China, AS luncurkan program ExportAI
Jumat, 22 Mei 2026

WASHINGTON - Pemerintahan Trump pada hari Kamis (21/5) berencana meluncurkan program baru untuk mendorong perusahaan asing membeli alat kecerdasan buatan (AI) buatan Amerika Serikat, didukung pembiayaan ekspor bernilai miliaran dolar.
Langkah ini, seperti dikutip Reuters, merupakan bagian dari upaya Washington untuk mengungguli China dalam persaingan memperluas penggunaan teknologi tersebut secara global.
Program yang diberi nama ExportAI ini akan dijalankan melalui Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat (U.S. Export-Import Bank/EXIM). Dewan EXIM dijadwalkan memberikan suara untuk menyetujui rencana tersebut pada Kamis pagi, demikian menurut ringkasan satu halaman program yang diperoleh Reuters.
Secara teknis, program ini merupakan tindak lanjut dari perintah eksekutif yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada Juli lalu.
Di bawah program ini, Departemen Perdagangan AS harus terlebih dahulu menyetujui izin untuk teknologi AI sensitif, termasuk chip canggih seperti buatan Nvidia, sebelum kesepakatan pembiayaan dapat disahkan.
Adapun dukungan finansial dari EXIM akan mencakup asuransi dan jaminan pinjaman untuk transaksi jangka menengah, serta pinjaman langsung dan jaminan pinjaman untuk kesepakatan jangka panjang.
"Inisiatif ExportAI memperkuat kepemimpinan AI Amerika dengan memodernisasi instrumen pembiayaan EXIM dan mendukung ekspor teknologi AI AS yang terpercaya di berbagai industri masa depan," demikian pernyataan dalam dokumen tersebut.
AI Gratis China
Latar belakang program ini tidak lepas dari meningkatnya persaingan dengan China.
Perusahaan China DeepSeek bulan lalu merilis model AI gratis dan sumber terbuka yang dioptimasi untuk chip buatan Huawei, sebuah langkah yang dinilai sebagian pendukung AI sebagai sinyal bahwa China sedang bersaing serius untuk pengaruh global, baik di sisi perangkat keras maupun perangkat lunak.
Model DeepSeek sendiri telah banyak digunakan selama setahun terakhir karena kemampuannya dianggap kompetitif dengan model-model dari AS, meskipun beberapa perusahaan AS menuduh DeepSeek memanfaatkan teknologi mereka secara tidak langsung.
Sebelumnya, pemerintahan Biden telah membatasi akses ke chip AI canggih buatan Nvidia dan AMD untuk China serta banyak negara yang dianggap berisiko tinggi, karena kekhawatiran teknologi tersebut dapat dialihkan ke China dan digunakan untuk memperkuat militernya.
Program ExportAI menunjukkan bahwa pemerintahan Trump memilih pendekatan berbeda: alih-alih hanya membatasi, AS kini aktif mendorong adopsi teknologi AI-nya ke luar negeri.
Belum jelas negara dan perusahaan mana yang akan mendapatkan manfaat dari program ini.
Namun langkah ini menegaskan bahwa Washington masih memandang ekspor AI AS secara global sebagai hal krusial untuk memenangkan persaingan melawan China. (DK)