Bezos minta AS bebaskan pajak untuk kelompok berpenghasilan rendah
Jumat, 22 Mei 2026

JAKARTA - Pendiri Amazon, Jeff Bezos, melontarkan usulan kontroversial soal pajak di Amerika Serikat. Orang terkaya keempat dunia itu meminta pemerintah membebaskan separuh masyarakat berpenghasilan rendah dari kewajiban membayar pajak penghasilan federal.
Dalam wawancara dengan CNBC, Bezos, menilai kontribusi pajak dari kelompok berpendapatan bawah terlalu kecil untuk memberi dampak signifikan terhadap penerimaan negara, namun justru memberatkan masyarakat yang sedang menghadapi tekanan biaya hidup tinggi.
“Saya kira tidak harus 3%,” kata Bezos Merujuk pada porsi pajak yang dibayar kelompok 50% terbawah wajib pajak AS. “Saya pikir seharusnya nol.”ujar Bezos seperti dikutip CNBC.
Menurut data Tax Foundation berdasarkan statistik Internal Revenue Service (IRS), kelompok separuh terbawah wajib pajak di AS memiliki pendapatan bruto rata-rata sekitar US$54 ribu pada 2023. Sementara kelompok 1% terkaya mencatat pendapatan minimal US$676 ribu per tahun.
Bezos bahkan mencontohkan pekerja sektor kesehatan dengan penghasilan US$75 ribu per tahun yang menurutnya tidak seharusnya ikut menanggung beban pajak federal.
“Kita seharusnya tidak meminta perawat di Queens ini untuk mengirim uang ke Washington,” ujar Bezos. “Mereka seharusnya mengirimkan permintaan maaf kepadanya. Ini benar-benar tidak masuk akal.”
Pernyataan Bezos muncul di tengah meningkatnya perdebatan soal ketimpangan ekonomi dan tekanan biaya hidup di AS.
Sejumlah negara bagian yang dipimpin Partai Demokrat tengah mempertimbangkan pajak lebih tinggi bagi kelompok kaya, sementara legislator federal mulai mendorong pemotongan pajak untuk pekerja berpenghasilan rendah dan menengah.
Salah satu proposal datang dari Senator Cory Booker melalui rancangan “Keep Your Pay Act” yang mengusulkan pembebasan pajak atas pendapatan hingga US$75 ribu bagi keluarga.
Di sisi lain, perdebatan mengenai keadilan sistem perpajakan AS kembali mengemuka. Data Tax Foundation menunjukkan kelompok 1% terkaya menyumbang sekitar 38% dari total pajak penghasilan federal pada 2023, meski hanya menguasai sekitar 21% total pendapatan nasional.
Namun sejumlah kelompok progresif menilai sistem pajak AS belum benar-benar progresif. Mereka menyoroti celah aturan perpajakan yang memungkinkan kelompok kaya membayar tarif efektif jauh lebih rendah melalui optimalisasi aset dan investasi.
Bezos mengakui kesenjangan ekonomi di AS semakin nyata.
Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai “kisah dua ekonomi,” ketika sebagian masyarakat menikmati lonjakan aset dan pendapatan, sementara kelompok lain justru kesulitan menghadapi inflasi dan kenaikan biaya hidup.
“Saya rasa yang terjadi adalah semacam kisah dua ekonomi, jadi ada banyak orang di negara ini yang benar-benar sejahtera, tetapi ada juga banyak orang di negara ini yang sedang berjuang,” kata Bezos.(DH)