Thailand hadapi krisis baru, luncurkan paket US$5,3 miliar

Jumat, 22 Mei 2026

image

JAKARTA - Pemerintah Thailand meluncurkan paket stimulus besar senilai US$5,39 miliar untuk meredam tekanan biaya hidup yang terus meningkat di tengah krisis energi global dan inflasi yang kian tinggi.

Seperti dikutip Vnexpress, Kabinet Thailand menyetujui program “Thai Help Thai Plus” senilai 176 miliar baht, yang ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat serta menopang usaha kecil agar tidak tertekan lebih dalam akibat lonjakan harga.

Deputy Prime Minister sekaligus Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas mengatakan kebijakan ini dirancang untuk menahan penurunan daya beli masyarakat di tengah fase krisis ekonomi baru.

Dia mengatakan Thailand sedang memasuki gelombang krisis ketiga setelah krisis energi: krisis harga tinggi, yang sebagian besar disebabkan oleh inflasi pada April 2026, yang mencapai 2,9%.

Pemerintah menilai Thailand kini memasuki fase krisis baru setelah krisis energi, yakni krisis harga tinggi yang dipicu inflasi yang pada April 2026 tercatat mencapai 2,9% dan berpotensi naik hingga 5%.

Skema bantuan ini akan menjangkau lebih dari 43 juta warga, termasuk 13,2 juta penerima kartu kesejahteraan negara yang akan mendapat tambahan bantuan 1.000 baht pada periode Juni hingga September 2026 untuk pembelian barang kebutuhan pokok.

Sekretaris Tetap untuk Keuangan, Lavaron Sangsnit, mengatakan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial di tengah tekanan ekonomi global.

Sistem pendaftaran bantuan akan dibuka melalui aplikasi Pao Tang pada 25-29 Mei, dengan dukungan sistem digital yang disiapkan oleh Krungthai Bank untuk menjangkau sekitar 30 juta penerima manfaat.

Pemerintah juga mulai mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membantu usaha kecil meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat digitalisasi, dan membuka akses ke kredit formal.(DH)