Kuasai 3 blok baru, BP perluas investasi gas di Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026

image

JAKARTA - British Petroleum memperluas agresi bisnis gasnya di Indonesia setelah memenangkan tiga wilayah kerja migas baru yang dinilai strategis untuk memperkuat pasokan LNG proyek Tangguh di Papua Barat.

Seperti dikutip Upstreamonline, perusahaan energi asal Inggris itu menandatangani kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC) untuk blok eksplorasi Bintuni dan Drawa yang berada dekat fasilitas LNG Tangguh berkapasitas 11,4 juta ton per tahun.

Sementara itu, dua blok tersebut diperkirakan menyimpan sumber daya gas gabungan sebesar 2,46 triliun kaki kubik (Tcf), membuka peluang tambahan pasokan gas bagi proyek LNG andalan BP di Indonesia.

“Kami sudah memiliki aset kelas dunia di negara ini, dan, jika berhasil, kedekatan dua blok baru ini dengan infrastruktur yang ada dapat mendukung potensi pengembangan dan produksi sumber daya ini di masa depan,” kata William Lin, Executive Vice President BP untuk gas dan energi rendah karbon.

BP menggandeng sejumlah mitra strategis dalam proyek ini, termasuk China National Offshore Oil Corporation, joint venture Mitsubishi-Inpex, serta Indonesia Natural Gas Resources Muturi yang merupakan bagian dari LNG Japan Corporation.

Selain dua blok tersebut, BP juga memperoleh kepemilikan 49% di Blok Barong yang berlokasi di antara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Blok ini dioperasikan Inpex dengan kepemilikan mayoritas 51%.

Barong diperkirakan memiliki potensi sumber daya gas sebesar 2,9 Tcf dan akan memasuki tahap eksplorasi awal melalui studi geologi dan survei seismik 3D.

Inpex menyatakan eksplorasi yang berhasil dapat mempercepat transisi menuju tahap pengembangan dan produksi gas. Langkah BP dan Inpex menegaskan meningkatnya minat investor energi global terhadap potensi gas Indonesia, khususnya di tengah pertumbuhan permintaan LNG Asia Pasifik.

Dalam putaran lelang migas terbaru, regulator hulu migas SKK Migas menandatangani delapan PSC baru dengan estimasi total sumber daya hampir 14 Tcf gas. Selain BP dan Inpex, sejumlah perusahaan lain juga memenangkan blok strategis, termasuk Mubadala Energy di Southwest Andaman, Bumi Armada di Blok Jalu, serta Medco Energi di Blok Nawasena.(DH)