Bank of England dorong stablecoin dan tokenisasi keuangan

Jumat, 22 Mei 2026

image

JAKARTA - Bank of England mulai mempercepat transformasi sistem keuangan digital Inggris dengan menjadikan tokenisasi dan stablecoin sebagai fondasi utama arsitektur pembayaran masa depan.

Deputy Governor for Financial Stability, Sarah Breeden, mengatakan sistem pembayaran ritel Inggris ke depan harus memungkinkan berbagai bentuk uang digital saling terhubung, mulai dari deposito bank yang ditokenisasi, stablecoin yang diatur regulator, hingga potensi mata uang digital bank sentral atau CBDC.

"Dalam pembayaran ritel, kami menginginkan sistem multi-mata uang yang mendorong persaingan dan pilihan antara berbagai bentuk mata uang yang andal," kata Breeden dalam konferensi City Week 2026 di London, seperti dikutip Theblock.

Menurut Breeden, penggunaan teknologi buku besar bersama dan kontrak pintar dapat memangkas biaya transaksi, mempercepat pembayaran, serta mengurangi ketergantungan pada perantara tradisional di sektor keuangan.

Ia menilai otomatisasi berbasis kontrak pintar juga membuka ruang efisiensi baru dalam transaksi ritel dan layanan keuangan digital.

Bank sentral Inggris kini tengah menyiapkan rancangan aturan stablecoin sistemik yang akan dipublikasikan bulan depan dan ditargetkan final pada akhir tahun ini.

Namun regulator juga mulai mewaspadai risiko lonjakan adopsi stablecoin yang terlalu cepat. Untuk tahap awal, Bank of England membuka kemungkinan membatasi jumlah stablecoin yang dapat diterbitkan di pasar.

"Kami juga ingin mendorong bank untuk mengadopsi teknologi baru ini dalam uang yang mereka terbitkan," ujar Breeden.

Selain stablecoin, regulator Inggris juga mempercepat pengembangan ekosistem tokenisasi aset keuangan melalui program Digital Securities Sandbox yang dijalankan bersama Financial Conduct Authority.

Program tersebut memungkinkan perusahaan membangun platform perdagangan dan penyelesaian transaksi sekuritas digital berbasis blockchain dalam lingkungan pengawasan regulator.

Sebanyak 16 perusahaan dikabarkan bersiap masuk ke sandbox mulai akhir 2026, termasuk HSBC, Euroclear, dan London Stock Exchange Group.

Bank of England juga melanjutkan proyek Digital Gilt, yakni pilot project obligasi pemerintah Inggris berbasis tokenisasi. Di saat yang sama, bank sentral masih mengkaji desain akhir proyek pound digital yang hasil evaluasinya akan diumumkan tahun ini.(DH)