Danantara tampung masukan pasar soal pengendalian ekspor SDA

Jumat, 22 Mei 2026

image

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan menerima masukan dari pelaku pasar, terkait rencana pengendalian ekspor komoditas strategis Indonesia melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

Chief of Investment (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan keputusan Presiden Prabowo Subianto adalah langkah berani—sebagaimana disampaikan di Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu (20/5) kemarin.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, Prabowo berencana mewajibkan seluruh aktivitas ekspor Sumber Daya Alam (SDA) strategis dari Indonesia melalui entitas BUMN.

Langkah itu mendapat reaksi negatif dari pasar, hingga menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 4% dalam dua hari terakhir.

“Kami mendengarkan masukan dari para eksportir dan pelaku pasar,” kata Pandu, saat diwawancarai Bloomberg TV. “Kami ingin memastikan keputusan ini akan menguntungkan, baik bagi para produsen komoditas maupun investor,” imbuhnya.

Sementara menanggapi kebingungan yang terjadi di pasar, Pandu mengaku detail teknis mengenai aturan baru ini akan disampaikan dalam beberapa pekan mendatang.

Selain itu, ia menekankan sebagai tahap awal, komoditas yang menjadi target pengawasan adalah Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara. Karena keduanya menjadi komoditas andalan bagi Indoneisa.

Namun sebelumnya, Prabowo juga menyebut komoditas lain seperti feronikel yang juga akan menjadi target pengawasan ekspor.

Di samping itu, Pandu menegaskan bahwa Danantara akan merekrut sumber daya baru untuk menjalankan entitas pengawas ekspor komoditas itu. “Orang-orang yang terbaik dari pasar,” imbuhnya. (KR)