Obligasi Eropa menguat, yield turun karena sentimen damai Iran-AS

Jumat, 22 Mei 2026

image

BERLIN - Imbal hasil obligasi zona euro turun pada hari Jumat (22/5) ketika investor merespons tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan damai Iran, sehingga menurunkan biaya pinjaman pemerintah dari level tertinggi beberapa tahun yang sempat dicapai awal pekan ini.

Seperti dikutip Reuters, imbal hasil obligasi pemerintah Jerman bertenor 10 tahun (DE10YT=RR), yang menjadi acuan utama kawasan tersebut, turun 4 basis poin menjadi 3,062%.

Sementara itu, imbal hasil obligasi Italia dan Prancis juga ikut melemah sedikit (IT10YT=RR, FR10YT=RR). Imbal hasil bergerak berlawanan arah dengan harga obligasi.

Imbal hasil obligasi Jerman bertenor 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi 15 tahun di 3,2% pada hari Selasa, ketika investor bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan suku bunga setelah gangguan akibat perang Iran mendorong lonjakan harga energi.

Namun harga minyak Brent (LCOc1) turun pada hari Kamis dan terakhir diperdagangkan di sekitar $104 per barel, dibandingkan $113 pada hari Senin, setelah Iran dan Amerika Serikat melaporkan adanya kemajuan dalam pembicaraan damai.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan terdapat “beberapa tanda positif” dalam perundingan tersebut. Seorang sumber senior Iran kepada Reuters pada hari Kamis menyebutkan bahwa belum ada kesepakatan, tetapi perbedaan pandangan telah menyempit.

“Berita geopolitik terus mendorong volatilitas pasar,” kata Benjamin Schroeder, ahli strategi suku bunga senior di ING.

“Meskipun sinyal yang muncul kadang bertentangan, ada indikasi kemajuan—atau setidaknya penyempitan jarak antara posisi kedua pihak yang berkonflik.”

Imbal hasil obligasi Jerman bertenor 2 tahun (DE2YT=RR), yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga Bank Sentral Eropa, turun 4 basis poin menjadi 2,642%.

Para pelaku pasar uang pada hari Jumat memperkirakan sekitar 65 basis poin kenaikan suku bunga dari Bank Sentral Eropa tahun ini, yang berarti dua kali kenaikan dan peluang 60% untuk kenaikan ketiga. Angka ini turun dari lebih 70 basis poin pada awal pekan. (DK)