BYD dan Chery kuasai 15% pasar kendaraan listrik Eropa
Sabtu, 23 Mei 2026
TIONGKOK - Produsen mobil Tiongkok untuk pertama kalinya menguasai lebih dari 15% penjualan kendaraan listrik di Eropa bulan lalu, karena minat konsumen terhadap model dari negara tersebut terus meningkat tanpa tanda melambat.
Penjualan mobil listrik penuh dari produsen seperti BYD Co. dan Chery Automobile Co. lebih dari dua kali lipat pada bulan April dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 38.281 unit, menurut analis Dataforce.
Seperti dikutip Bloomberg, merek-merek Tiongkok kini mendekati pangsa 10% dari total pasar mobil Eropa.
Pabrikan mobil China agresif memperluas pasar ke Eropa, menarik pembeli yang sensitif terhadap harga di tengah kesulitan produsen domestik Eropa dalam menawarkan kendaraan listrik yang terjangkau sekaligus bersaing dalam teknologi.
Upaya ekspansi internasional ini menjadi semakin penting karena perang harga yang sangat ketat di pasar dalam negeri China yang menekan keuntungan.
Merek-merek Tiongkok telah melampaui angka 15% di Eropa dalam waktu yang sangat singkat.
Pada tahun 2021, mereka hanya menjual beberapa ribu kendaraan listrik per bulan di kawasan tersebut.
Selain mobil listrik, produsen China juga kuat di segmen plug-in hybrid, dengan pangsa hampir 29% dari penjualan pada bulan April.
Lebih banyak perusahaan Tiongkok masuk ke pasar Eropa dalam beberapa bulan terakhir, sementara beberapa produsen juga mulai menjual sub-merek, seperti Denza dari BYD yang menyasar segmen lebih premium, menandakan target mereka kini juga mencakup konsumen lebih kaya.
Untuk memperkuat posisi di Eropa dan menghindari tarif impor kendaraan listrik, produsen China berupaya meningkatkan produksi di wilayah tersebut.
Beberapa, seperti BYD, sedang membangun pabrik sendiri di Uni Eropa, sementara lainnya mencoba bekerja sama atau mengambil alih pabrik yang kurang dimanfaatkan milik produsen Eropa.
Stellantis NV, produsen mobil Peugeot dan Fiat, telah menjalin sejumlah kesepakatan dengan produsen China seperti Leapmotor dan Dongfeng Motor Corp. untuk berbagi fasilitas produksi.
Perusahaan ini juga mengandalkan pertumbuhan di pasar Amerika Serikat untuk pemulihan bisnisnya sambil mengecilkan operasi di Eropa. Produsen lain juga sedang membahas kesepakatan serupa yang akan semakin memperkuat posisi merek China di kawasan tersebut.
Tarif Uni Eropa terhadap impor mobil listrik buatan China tampaknya belum mampu memperlambat pertumbuhan mereka.
Produsen China tetap menawarkan mobil listrik dan plug-in hybrid yang populer karena lebih terjangkau dan dalam beberapa kasus memiliki teknologi lebih baik dibandingkan mobil Eropa yang lebih mahal.
Merek seperti Jaecoo dan Omoda dari Chery sangat populer di Inggris, di mana sekitar satu dari tujuh pembelian mobil adalah kendaraan buatan China, terbantu oleh tidak adanya tarif impor untuk mobil listrik di negara tersebut.
SUV Jaecoo 7 menjadi mobil terlaris di Inggris pada bulan Maret, bahkan dijuluki “Temu Range Rover” karena dianggap sebagai versi lebih murah dari merek Inggris tersebut, merujuk pada platform e-commerce diskon Temu.
Pembeli Inggris cenderung kurang loyal terhadap merek dibandingkan negara lain, menurut CEO Auto Trader Group Plc, Nathan Coe.
Ia mengatakan, “Anda bisa mendapatkan mobil baru yang sangat bagus, sering kali hanya dengan £389 ($521) per bulan,” dan penawaran seperti itu, mobil yang terlihat bagus, berfungsi baik, dan memiliki jarak tempuh yang bagus, sangat menarik bagi banyak orang. (DK)