CEO Bouygues Olivier Roussat: Dominasi satelit AS bahaya bagi Eropa

Sabtu, 23 Mei 2026

image

JAKARTA - Olivier Roussat, CEO Bouygues, perusahaan grup engineering dan telekomunikasi Prancis, memperingatkan Eropa agar tidak terus bergantung pada infrastruktur teknologi Amerika Serikat, terutama di sektor satelit dan kecerdasan buatan (AI) sepert dikutip Cnbc.

Menurut dia, dominasi perusahaan AS seperti SpaceX melalui layanan Starlink berpotensi mengancam kedaulatan digital Eropa.

“Ada dua hal untuk masa depan yang perlu disadari Eropa betapa besarnya potensinya. Ini adalah AI, dan ini adalah satelit,” kata Roussat kepada CNBC dalam program “Squawk Box Europe”, Kamis

“Eropa tidak menyadari betapa berbahayanya hanya mengandalkan infrastruktur Amerika,” ujarnya.

Roussat menilai Eropa perlu membangun infrastruktur strategis sendiri agar tidak bergantung pada perusahaan asing untuk konektivitas dan layanan digital masa depan.

Ia bahkan menyinggung risiko besar apabila aktor non-negara seperti Starlink memiliki kekuatan untuk memutus akses komunikasi kawasan tersebut. “Belum tentu kita benar-benar perlu mendapatkan Starlink atau semacamnya,” katanya. “Eropa membutuhkan sesuatu untuk mendapatkan kedaulatan.”

Saat ini Starlink mendominasi pasar internet satelit global dengan sekitar 10.000 satelit aktif di orbit. Perusahaan milik Elon Musk itu juga disebut tengah menyiapkan IPO yang berpotensi menjadi salah satu pencatatan saham terbesar di dunia.(DH)