IHSG naik 1,1% terdongkrak rumor penundaan ekspor SDA terpusat
Jumat, 22 Mei 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,1% atau 67,10 poin pada perdagangan Jumat (22/5), setelah dibuka melemah di bawah 6.000 pada awal sesi.
Nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat 16,7% jadi Rp21,56 triliun, dari Rp18,47 triliun pada perdagangan Kamis.
Sebanyak 449 saham mencatat kenaikan harga, sementara 251 saham melemah, dan 118 lainnya stagnan.
Tiga saham yang mencatat transaksi tertinggi yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp1,7 triliun, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp1,13 triliun, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp807,9 miliar.
Namun harga saham BBCA terkoreksi 0,84% menjadi Rp5.900 per lembar, BUMI naik 12,8% ke Rp185 per lembar, dan MDKA melesat 24,77% ke Rp2.720 per lembar.
MDKA bahkan menjadi Top Gainer atau saham dengan kenaikan tertinggi, di antara 45 saham anggota indeks LQ45. Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyusul dengan kenaikan harga tertinggi kedua sebesar 18,84%.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan indeks terjadi seiring rumor yang beredar dipasar, bahwa pemerintah Indonesia akan menunda implementasi penuh kebijakan ekspor Sumber Daya Alam (SDA) strategis di bawah PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), hingga 1 Januari 2027.
“Penundaan ini dinilai memberikan periode transisi yang lebih panjang bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan tersebut,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.
Menurut informasi yang dihimpun IDNFinancials.com, rumor tersebut beredar di kalangan investor pada perdagangan sesi kedua.
Firma penyedia data industri batu bara asal China, Sxcoal, sempat menerbitkan informasi mengenai rencana penundaan itu dalam laman resmi mereka pada Jumat siang. Namun tautan yang mengarah pada informasi tersebut, tidak lagi bisa diakses beberapa jam kemudian.
Dari pasar emerging market Asia Pasifik, mayoritas indeks saham ditutup menguat. TWSE Taiwan memimpin dengan kenaikan 2,17% dan Hang Seng 0,86%. (KR)