IHSG anjlok 8,35% sepekan, saham konglomerasi jadi beban
Jumat, 22 Mei 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 8,35% atau 561,28 poin dalam sepekan, serta bertahan di 6.162,05 hingga Jumat (22/5).
Penurunan ini membuat kapitalisasi pasar saham Indonesia turun sekitar 10% atau Rp1.190 triliun, menjadi Rp10.635 triliun.
Rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp18,82 triliun pada pekan ini, turun sekitar 18,4% dari rata-rata pekan sebelumnya.
Berdasarkan data BEI, sejumlah saham terafiliasi dengan konglomerasi menjadi beban bagi IHSG pekan ini dan memimpin daftar Top Laggards.
Tiga dari lima saham pemberat bagi IHSG sepekan berada di bawah kendali Prajogo Pangestu—salah satu pengusaha terkaya asal Indonesia. Ketiganya adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Selain itu, satu di antara lima saham pemberat di bawah kendali Grup Sinar Mas yaitu PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA). Sisanya yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang dimiliki oleh sejumlah taipan pertambangan.
Berikut rincian daftar Top Laggards IHSG sepanjang 18-22 Mei 2026, beserta penurunan harga saham dan dampaknya bagi IHSG:
Sementara itu daftar saham Top Leaders atau penopang IHSG, dipimpin oleh PT Sinarmas Multi Artha Tbk (SMMA), kemudian disusul PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).
Berikut rincian daftar Top Leaders IHSG, beserta kenaikan harga saham dan dampaknya bagi IHSG:
Merespons IHSG yang terjadi hampir berturut-turut selama sepekan, investor asing mencatatkan net sell Rp807,7 miliar di pasar saham. Total net sell asing pun bertambah menjadi Rp40,82 triliun sejak awal tahun. (KR)