Penutupan udara Venezuela picu harga minyak naik 1% lebih

Selasa, 02 Desember 2025

image

JAKARTA - Harga minyak dunia naik lebih dari 1% pada Senin, dipicu kombinasi serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia, keputusan Amerika Serikat menutup wilayah udara Venezuela, serta langkah OPEC yang mempertahankan target produksi pada kuartal pertama 2026.

Dikutip reuters.com (02/12), Brent ditutup di US$63,17 per barel dan WTI di US$59,32 per barel, masing-masing naik sekitar 1,3%.

Ketegangan geopolitik menjadi pendorong utama. John Kilduff dari Again Capital mengatakan, “Pasar sangat gelisah saat ini karena kemungkinan hilangnya pasokan minyak mentah Rusia.” Ia menilai kekhawatiran terhadap Venezuela tidak sebesar fokus pasar pada perang Rusia-Ukraina.

Phil Flynn dari Price Futures Group menambahkan bahwa serangan Ukraina dan komitmen OPEC menjaga produksi mendorong harga sejak pagi. “Serangan pesawat tak berawak Ukraina terhadap armada bayangan Rusia membuat pasar dalam kondisi optimis,” tulisnya.

Di Laut Hitam, kerusakan pada salah satu titik tambat di terminal Novorossiysk milik Caspian Pipeline Consortium (CPC) meningkatkan sentimen kenaikan harga, meski Chevron memastikan aktivitas pemuatan tetap berjalan.

Ukraina juga meningkatkan operasi militernya dan menyerang dua kapal tanker yang menuju Novorossiysk. Keputusan OPEC+ untuk mempertahankan target produksi memberi sinyal stabilitas pasokan. Analis LSEG Anh Pham mengatakan, “Keputusan OPEC+  memberikan sedikit kelegaan dan membantu menstabilkan ekspektasi.”

Sebelumnya, harga Brent dan WTI melemah empat bulan berturut-turut akibat ekspektasi suplai global yang lebih tinggi.

Tambahan ketidakpastian datang dari Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa “wilayah udara di atas dan di sekitar Venezuela” harus dianggap ditutup, memicu kekhawatiran baru terhadap salah satu produsen besar di kawasan tersebut.(DH)